Saham Teknologi Topang Kenaikan Wall Street

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 05 Juni 2021 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 278 2420508 saham-teknologi-topang-kenaikan-wall-street-UVQVTqHXEb.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup menguat naik perdagangan Jumat, didorong saham teknologi. Wall Street naik setelah laporan pekerjaan bulanan AS meredakan kekhawatiran investor bahwa Federal Reserve mungkin segera mengendalikan stimulus moneter.

Perusahaan di AS meningkatkan perekrutan selama Mei dan menaikkan upah pekerja. Tetapi peningkatan nonfarm payrolls dari 559.000 pekerjaan berada di bawah perkiraan 650.000.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Terseret Penurunan Saham Teknologi

Dow Jones Industrial Average naik 179,35 poin atau 0,52% menjadi 34.756,39. S&P 500 naik 37,04 poin, atau 0,88%, menjadi 4.229,89 dan Nasdaq Composite menambahkan 199,98 poin, atau 1,47%, menjadi 13.814,49.

Ketiga indeks naik pada minggu ini, dengan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Turun, Wall Street Menguat Tipis

Sektor teknologi pada indeks S&P 500 naik 1,9% karena imbal hasil Treasury AS terus menurun. Sedangkan Indeks pertumbuhan Russell 1000 naik 1,4% karena sektor keuangan, kelompok nilai utama, tertinggal, naik hanya 0,2%.

"Ini hanya perdagangan risk-on karena pasar percaya suku bunga akan tetap lebih rendah lebih lama," kata Manajer Portofolio Senior Dakota Wealth, Robert Pavlik, dilansir dari Reuters, Sabtu (5/6/2021).

Secara keseluruhan Indeks S&P 500 telah naik 12,6% pada tahun ini atau mendekati level tertinggi.

Sementara itu, investor khawatir bahwa laporan pekerjaan yang membaik membuat kenaikan inflasi dan mendorong The Fed untuk menarik kembali stimulus yang diberlakukan selama pandemi.

"Ini menjaga tekanan dari The Fed dan akan memungkinkan mereka untuk mempertahankan kebijakan suku bunga rendah mereka lebih lama dan mengambil lebih banyak sikap menunggu dan melihat," kata Kepala Investasi Cresset Capital Management, Jack Ablin.

“Peluang untuk mempertahankan suku bunga rendah adalah kabar baik bagi para pengambil risiko," sambungnnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini