Share

Waspada Investor, IHSG Rawan Profit Taking

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 278 2421199 waspada-investor-ihsg-rawan-profit-taking-xo4J7tnNQ1.jpg IHSG Rawan Profit Taking. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini. IHSG naik 0,23% ke level 6.079.

Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menilai, pergerakan IHSG sudah menguat cukup signifikan pada sepekan terakhir. Hal ini didorong dengan adanya sentimen global, terutama dari bursa Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: IHSG Naik ke 5.848 pada Akhir Perdagangan Pekan Ini

“Di Amerika kan ada pertumbuhan ketenagakerjaan yang tumbuh masih di bawah estimasi. Tentu ini meningkatkan harapan bahwa tidak akan ada atau setidaknya pengetatan kebijakan moneter itu akan dilakukan secara bertahap. Dalam artian, pengetatan belum akan dilakukan tahun ini dan baru akan terlaksana tahun depan,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (7/6/2021).

Meski menguat, Robertus menilai, IHSG rawan profit taking. Karena saat ini IHSG sudah berada di level-level psikologisnya, yakni di level 6.000-an.

Baca Juga: IHSG Melesat 1,69% Tembus Level 5.900

“Boleh dibilang dalam sepekan terakhir itu penguatannya sudah cukup signifikan. Yakni, dari level sekitar 5.800-an sekarang sudah di atas 6.050. Tentu ini di satu sisi juga rawan profit taking,” ujar dia.

Sementara itu, adanya pernyataan dari Menteri Keuangan AS yang mengutarakan bahwa sudah cukup wajar bila saat ini suku bunga dinaikkan, karena inflasi AS yang sudah naik di atas lebih dari 4%. Hal tersebut kemudian meningkatkan kekhawatiran bahwa kemungkinan akan ada pengetatan kebijakan moneter di global, terutama dimulai oleh Amerika.

“Di satu sisi inflasinya sudah naik tinggi dan juga dikhawatirkan kondisi perekonomian pertumbuhannya sudah mulai overhead. Tentu ini menjadi sentimen yang mix juga, mix cenderung negatif ya. Akan tetapi, kita harapkan akan terjadi secara bertahap, tidak akan serta merta dilakukan dengan tiba-tiba,” kata Robertus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini