Rencana Pajak Sembako, Stafsus Sri Mulyani: Kita Tak Membabi Buta

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 320 2422516 rencana-pajak-sembako-stafsus-sri-mulyani-kita-tak-membabi-buta-KSkpp8hWFS.jpg Kemenkeu Bakal Kenakan Pajak Sembako. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Rencana pengenaan PPN sembako mendapat respons beragam dari masyarakat. Namun kebijakan tersebut dinilai tepat untuk dilakukan di tengah pandemi virus corona.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Praswoto Yustinus, pajak merupakan pilar penyangga eksistensi negara. Oleh karena itu, di tengah pandemi saat ini menjadi kesempatan untuk menyesuaikan kembali pengenaan pajak.

"Ini perlu disiapkan dan didiskusikan di saat pandemi, justru karena kita bersiap. Bukan berarti akan serta merta diterapkan di saat pandemi. Ini poin penting," tulisnya di akun Twitternya, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Beras hingga Daging Dipajaki, Awas Orang Miskin RI Makin Banyak

Kebijakan pengenaan PPN juga akan lebih dulu didiskusikan bersama wakil rakyat. Pemangku kepentingan terkait turut dilibatkan supaya pembiayaan di tengah pandemi tidak melulu andalkan utang.

"Pemerintah mengajak para pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha dan DPR, untuk bersama-sama memikirkan. Jika saat pandemi kita bertumpu pada pembiayaan utang karena penerimaan pajak turun, bagaimana dengan pasca-pandemi? Tentu saja kembali ke optimalisasi penerimaan pajak," ujarnya.

Baca Juga: Daftar Sembako yang Bakal Kena Pajak, dari Beras hingga Daging

Menurut Yustinus, banyak negara yang sudah menyesuaikan pajak saat ini. Amerika Serikat (AS) misalnya, Presiden Joe Biden berencana menaikkan tarif PPh Badan dari 21% ke 28%. Inggris juga berencana menaikkan tarif PPh Badan dari 19% menjadi 23%.

"Banyak negara berpikir ini saat yang tepat untuk memikirkan optimalisasi pajak untuk sustainabilitas," katanya.

Meski demikian, Yustinus memaklumi kekhawatiran masyarakat terhadap rencana pengenaan PPN sembako. Namun masyarakat juga perlu tahu bahwa saat ini APBN sudah bekerja keras untuk menanggulangi Covid-19, sehingga membutuhkan penerimaan.

"Kok sembako dipajaki? Pemerintah kalap butuh duit ya? Kembali ke awal, enggak ada yang tak butuh uang, apalagi akibat hantaman pandemi. Tapi dipastikan pemerintah tak akan membabi buta. Konyol kalau pemulihan ekonomi yang diperjuangkan mati-matianan justru dibunuh sendiri. Mustahil!" tegasnya.

Rencana pengenaan PPN sembako pun tidak akan segera direalisasikan. Pemerintah juga masih merancang dan memikirkan penerapan sambil menunggu ekonomi pulih.

"Pemerintah dan DPR memegang ini. Saat ini pun barang hasil pertanian dikenai PPN 1%. Beberapa barang atau jasa juga demikian skemanya agar ringan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini