Pertamina: Kebakaran Tak Pengaruhi Operasional Kilang Minyak Cilacap

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 12 Juni 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 320 2424008 pertamina-kebakaran-tak-pengaruhi-operasional-kilang-minyak-cilacap-LrxKFHumFS.jpg Kilang Cilacap Terbakar (Foto: Instagram)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan kebakaran kilang cilacap yang terjadi semalam tidak mempengaruhi operasional kilang. Sebab insiden kebakaran Kilang Cilacap, Jawa Tengah hanya terjadi di bagian bundwall tangki.

"Ini yang terbakar hanya bagian bundwall tangki, mas. Dan itu hanya tangki penyimpanan saja. Bukan untuk pemprosesan minyak," ujar Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Penampakan Detik-Detik Tangki Pertamina di Kilang Cilacap Terbakar

Fajriyah memastikan insiden tersebut tidak mempengaruhi operasional kilang di kawasan tersebut. Termasuk, target aktivitas produksi kilang hijau atau green refinery dengan produk energi bersih berupa green diesel dan green avtur pada akhir Desember 2021 mendatang.

"Jadi tidak mempengaruhi operasional kilang," katanya.

Baca Juga:  Kilang Minyak Cilacap Kebakaran, Pertamina: Pasokan BBM dan LPG Aman

Pengembangan energi hijau sendiri dilakukan sebagai implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan memaksimalkan potensi sumber daya energi baru terbarukan.

Kilang hijau yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah, ini mampu memproduksi bahan bakar green diesel sebanyak 3.000 barel per hari. Adapun kapasitas produksi green avtur mencapai 6.000 barel per hari.

Pada Januari 2021 Pertamina telah uji coba pembuatan green diesel dengan komposisi Refined, Bleached, Deodorized Palm Oil (RBDPO) sebesar 100%. Minyak sawit mentah diolah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau.

Pertamina melaksanakan dua tahapan dalam pengembangan green diesel dan green avtur. Pertama, pengolahan RDPO sebanyak 3.000 barel per hari untuk menghasilkan green diesel yang direncanakan mulai beroperasi akhir tahun ini. Selanjutnya tahapan kedua, Pertamina akan melakukan pengolahan minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 6.000 barel per hari untuk menjadi green avtur pada akhir Desember 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini