Erick Thohir Beri Pelatihan Direksi-Komisaris BUMN agar Punya Akhlak dan Rukun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 320 2424399 erick-thohir-beri-pelatihan-direksi-komisaris-bumn-agar-punya-akhlak-dan-rukun-WDoSRpF97N.jpg Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyelaraskan portofolio dewan direksi dan komisaris dengan bisnis utama (core business) BUMN. Penyelarasan tersebut melalui BUMN Learning and Management Institute (BLMI).

Menteri BUMN, Erick Thohir mengakui adanya keberagaman latar belakang manajemen di perusahaan negara. Keberagaman tersebut menyangkut dengan disiplin keilmuan, latar belakang kerja, hingga track record atau sepak terjang.

Baca Juga: Didik Bos-Bos BUMN, Erick Thohir Bentuk Lembaga Baru 

Dia menilai, persoalan tersebut akan diatasi melalui masa orientasi di BLMI. Kebijakan itu berlaku bagi direksi dan komisaris yang baru diangkat.

“Semua komisaris direksi dan jajaran manajemen di BUMN, terlepas apapun latar belakangnya akan menjalani sesi orientasi saat baru bergabung," ujar Erick, dikutip Minggu (13/6/2021).

Adapun proses orientasinya berupa pelatihan lanjutan selama menjabat hingga pelatihan tingkat advance bagi para top talents di BLMI. Tujuannya, ada pemahaman dan irama yang sama antara manajemen serta, terbentuknya pemimpin berkelas dunia yang mampu meningkatkan kinerja dan daya kompetisi BUMN ke depannya.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Semua Direksi-Komisaris BUMN Jalani Masa Orientasi 

Keputusan pengangkatan direksi dan komisaris BUMN kerap menjadi sorotan. Sebab, sebagian dari mereka yang diangkat memiliki portofolio yang berbeda dengan bisnis inti perseroan.

Misalnya, tiga sosok yang diangkat pemegang saham sebagai petinggi perusahaan dalam dua pekan terakhir ini. Pertama, Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank sebagai Komisaris Independen PT Telkom Indonesia (Persero).

Abdee sendiri merupakan seorang musisi Tanah Air atau gitaris grup band Slank. Sementara, fungsi lain dari komisaris adalah mampu membaca laporan keuangan, seluk beluk industri, hingga dapat mengimplementasikan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

Kedua, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, yang diangkat sebagai Komisaris Utama Telkom.

Disusul, Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Doni merupakan mantan Jenderal TNI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini