Share

PP Presisi Incar 3 Kontrak Baru dari Jasa Tambang Nikel

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 278 2426493 pp-presisi-incar-3-kontrak-baru-dari-jasa-tambang-nikel-HHfEoftUVw.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengincar tambahan tiga kontrak baru dari jasa tambang nikel di tahun ini. PP Presisi telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp2,2 triliun hingga Mei 2021.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, di antara kontrak baru tersebut Perseroan setidaknya telah menerima dua kontrak baru dari sektor pertambangan yakni proyek jasa tambang nikel morowali dan pembangunan jalan hauling dan stockyard Weda Bay Nickel.

Baca Juga: PP Presisi Bagi-Bagi Dividen Rp11,7 Miliar

“Diperolehnya dua kontrak baru dari sektor jasa pertambangan yakni Jasa Tambang Nikel dan Pembangunan Hauling Road serta stockyard Weda Bay Nickel meningkatkan kepercayaan diri kami untuk memperoleh sedikitnya tambahan tiga kontrak baru di sektor tersebut hingga akhir 2021," ujar Rully dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (17/6/2021).

Rully menambahkan, saat ini pihaknya tengah menjajaki tiga prospek jasa tambang nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera yang di antaranya merupakan Tambang Nikel terbesar di Indonesia. Dari tiga prospek tersebut pihaknya berharap dapat memperoleh tambahan kontrak baru hingga lebih dari Rp1,5 triliun sampai dengan akhir tahun 2021.

Baca Juga: Pendapatan PP Presisi Naik 39% Jadi Rp867 Miliar di Kuartal I-2019

“Adanya prospek untuk penambahan kontrak baru dari sektor jasa pertambangan diharapkan dapat mendukung target kontribusi lini bisnis jasa pertambangan hingga sebesar 20% terhadap target pendapatan Perseroan di tahun 2021," ucap Rully.

Sementara itu, Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah menambahkan, selain dari sektor jasa tambang, Perseroan juga mengincar beberapa proyek infrastruktur lainnya sebagai main contractor, sehingga pihaknya optimis mampu melebihi target perolehan kontrak baru sebesar Rp3,7 triliun atau tumbuh di atas 32% dari tahun 2020.

“Di sisi pendapatan, hingga triwulan pertama 2021 PP Presisi telah mencapai 20% atau sebesar Rp665,6 miliar dari target pendapatan di 2021 sebesar Rp 3,4 triliun. Pencapaian tersebut dikontribusikan antara lain dari proyek Sirkuit Mandalika, Kawasan Industri Terpadu Batang, Bendungan Manikin, Jalan Hauling dan stockyard area Weda Bay Nickel serta Jasa Tambang Nikel," ucap Darwis.

“Untuk mendukung pertumbuhan perolehan kontrak baru serta percepatan produksi, kami sedang melakukan kajian penyesuaian capex mencapai lebih dari Rp600 miliar pada tahun ini. Penyerapan capex tersebut mayoritas akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek pekerjaan sipil dan jasa tambang. Hingga Mei 2021, capex yang telah terealisasi sebesar Rp93 miliar," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini