“Di tingkat persaingan bahan baku ini lah di mana berapa bahan baku yang harus kita bayar sebagai industri dagang itu, dan berapa yang harus dibayar oleh pelaku industri di negara lain, tentu itu sangat menentukan. Kita baru bicara bahan baku, belum lagi biaya energi, logistic cost, dsbnya,” ujar dia.
Lanjutnya, korelasi dari faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya menciptakan total competitiveness (daya saing total). Oleh karena itu, industri halal Indonesia otomatis juga ikut terdongkrak.
“Jadi, faktor-faktor itu berkorelasi dan akhirnya menciptakan total competitiveness. Makanya dalam hal ini industri halal Indonesia juga otomatis terbawa oleh daya saing dari industri dunia tersebut,” ucap Rachmat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)