Fakta Gaji PNS Bakal Naik, Begini Hitung-hitungannya

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 20 Juni 2021 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 320 2427808 fakta-gaji-pns-bakal-naik-begini-hitung-hitungannya-Yex7OkMEpP.jpg Gaji PNS Direncanakan Naik. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA- Di tengah kondisi perekonomian nasional dan APBN yang tertekan akibat penanganan penyebaran Covid-19, pemerintah justru memunculkan kabar perubahan formulasi gaji PNS. Isu gaji PNS selama ini selalu hangat menjadi pembahasan dengan pro dan kontra.

Berbagai stereotip PNS dan berita miring tentang kinerja buruk pemerintah selalu mewarnai isu gaji PNS. Karena itu tim

Okezone mengumpulkan fakta-fakta terkait kabar gaji PNS yang direncanakan akan naik. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan, Minggu (20/6/2021):

1. Sistem gaji PNS akan berubah

Sistem gaji PNS akan berubah. Jika sebelumnya sistem penggajian PNS terdiri banyak komponen, ke depan akan lebih sederhana. Di mana hanya terdiri atas gaji dan tunjangan.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Tabungan Hari Tua PNS

Untuk formula gaji akan berubah dari yang semula berbasis pangkat, golongan ruang, dan masa kerja menuju ke sistem penggajian yang berbasis pada harga jabatan. Sementara untuk formula tunjangan PNS akan meliputi tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan.

"Formula gaji PNS yang baru akan ditentukan berdasarkan beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan,” ucap Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono beberapa waktu lalu.

2. Tanggapan Pesimistis Karena Nepotisme

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai, penyesuaian standar penghitungan gaji yang ideal sulit dilakukan karena masih banyak praktik nepotisme dalam rekrutmen pegawai.

Baca Juga: Fakta Daftar Lengkap Besaran Gaji PNS di Indonesia

"Sistem yang baru nanti harus dilihat apakah menggunakan sistem merit atau tidak. Idealnya sistem merit seperti sekarang, tapi masih banyak yang masuk karena kedekatan. Ini yang membuat sulit. Teori HRD manapun akan sulit diterapkan kalau masih banyak nepotisme dan performanya tidak sesuai upahnya," ujar Agus saat dihubungi Okezone di Jakarta beberapa waktu lalu.

3. Gaji tinggi PNS tidak otomatis kinerjanya juga tinggi

Pengamat dari INDEF Nailul Huda menyebutkan sistem gaji PNS sekarang yang berdasarkan golongan dan masa kerja, tidak mencerminkan kinerja di lapangan. Ada beberapa kasus yang menunjukkan meskipun sudah lama dan golongannya sudah tinggi namun tidak berkinerja dengan baik.

"Yang jadi pembeda kan tunjangan kinerja antara orang yang berkinerja baik dengan orang yang berkinerja kurang baik. Nah sekarang gaji juga ingin merujuk hal yang sama," ujar Huda saat dihubungi Okezone di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari satu sisi ini tentu akan positif bagi yang masih muda-muda dan bersemangat. Karena sistem beban kerja, risiko kerja, dan tanggung jawab semakin dihargai. "Namun bagi orang orang yang sudah “nyaman” dengan sistem sekarang tentu akan terusik dengan kebijakan model ini," katanya.

Tidak hanya itu saja, tapi dia juga mengingatkan agar penambahan gaji PNS juga harus mempertimbangkan kemampuan kas negara saat ini. Terutama dengan banyaknya efisiensi anggaran yang sedang diperjuangkan pemerintah dan Pemda.

"Penambahan gaji harus disesuaikan dengan kondisi kas negara," terangnya.

4. Besaran gaji PNS saat ini

Saat ini besaran gaji PNS diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.15/2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas PP No.7/1977 tentang Peraturan gaji PNS.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang besaran gaji pokok PNS berjenjang sesuai golongan dan lama masa kerja yang dikenal dengan masa kerja golongan (MKG), gaji pokok yang didapatkan PNS paling kecil adalah Rp1.560.800 dan paling besar adalah Rp5.901.200.

Golongan I (lulusan SD dan SMP)

- Golongan Ia: Rp1.560.800 - Rp2.335.800

- Golongan Ib: Rp1.704.500 - Rp2.472.900

- Golongan Ic: Rp1.776.600 - Rp2.577.500

- Golongan Id: Rp1.851.800 - Rp2.686.500

Golongan II (lulusan SMA dan D-III)

- Golongan IIa: Rp2.022.200 - Rp3.373.600

- Golongan IIb: Rp2.208.400 - Rp3.516.300

- Golongan IIc: Rp2.301.800 - Rp3.665.000

- Golongan IId: Rp2.399.200 - Rp3.820.000

Golongan III (lulusan S1 hingga S3)

- Golongan IIIa: Rp2.579.400 - Rp4.236.400

- Golongan IIIb: Rp2.688.500 - Rp4.415.600

- Golongan IIIc: Rp2.802.300 - Rp4.602.400

- Golongan IIId: Rp2.920.800 - Rp4.797.000

Golongan IV

- Golongan IVa: Rp3.044.300 - Rp5.000.000

- Golongan IVb: Rp3.173.100 - Rp5.211.500

- Golongan IVc: Rp3.307.300 - Rp5.431.900

- Golongan IVd: Rp3.447.200 - Rp5.661.700

- Golongan IVe: Rp3.593.100 - Rp5.901.200

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini