Kembangkan Energi Terbarukan, Menko Luhut Cari Investor Swasta

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430510 kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta-1cedhxwVlj.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)

JAKARTA - Pemerintah terus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Dalam pengembangannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tengah mencari investor swasta untuk menanamkan modalnya. Upaya ini sebagai bentuk percepatan program nol emisi gas karbon di tahun 2060.

Baca Juga:  Menko Airlangga: The Centre of Future Knowledge Mendukung Dunia Bisnis yang Lebih Baik

Saat ini pihaknya tengah menjajaki peluang dengan Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, dia tidak membeberkan berapa jumlah investasi yang tengah dibidik.

"Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti centre of future knowledge yang akan fokus pada peran alih teknologi. Research and development (R&D) oleh investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia," ujar Luhut melalui keterangannya, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga:  Investasi Negara G7 Lebih Banyak ke Energi Fosil Dibanding EBT, Kok Bisa?

Menurutnya, dipilihnya negara Paman Sam sebagai negara potensial untuk mendapatkan investasi lantaran negara tersebut sangat fokus pada isu lingkungan, khususnya peningkatan emisi gas karbon.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup topik pemodelan energi, transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih tingkat lanjut melalui kolaborasi government to government serta lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.

Langkah konkretnya, untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi karbon bersih seperti di kawasan Provinsi Bali. Agar program itu dapat berjalan dengan baik, kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi serta pembiayaan transisi adalah yang utama.

“Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and Communities Superpower. Kami berencana untuk meluncurkan pusat keunggulan dalam teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini