Pupuk Kaltim Bakal IPO Pertengahan 2022

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 278 2430702 pupuk-kaltim-bakal-ipo-pertengahan-2022-Ubr2TCjU57.jpg Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengungkap PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Rencananya, IPO dilaksanakan pada kuartal II-2022.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menjelaskan, rencana IPO Pupuk Kaltim di Bursa bertujuan untuk kebutuhan pendanaan pembangunan pabrik baru di Bintuni, Papua Barat.

Baca Juga: Mentan Harap Pupuk Asal Indonesia Bisa Diekspor

"Pendanaan untuk proyek Bintuni direncanakan akan dipenuhi dari rencana IPO Pupuk Kaltim yang akan dilakukan di kuartal II-2022 dan dana ini digunakan untuk pengembangan proyek di Bintuni," ujar Bakir dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis (24/6/2021).

Bakir menjelaskan, Proyek Bintuni ini akan dilakukan pengembangan produksi Amonia, Urea, dan Methanol. Untuk Methanol nantinya akan dilaksanakan secara joint venture dengan Pupuk Indonesia Group sebagai mayoritas kepemilikan saham.

Baca Juga: Stok Pupuk Bersubsidi Cukupi Kebutuhan 6 Minggu ke Depan

Nantinya, pabrik Amonia yang akan dibangun berkapasitas 2.500 MTPD, kemudian, Urea 3.500 MTPD, dan Methanol dengan target 1 juta ton per tahun atau 3.000 MTPD. Rencana lokasi pabrik akan dibangun di Area LNG Tangguh Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Lokasi ini belum kami survei tapi sudah kami rencanakan dan sudah dibicarakan karena kami khawatir kalau nanti tiba-tiba lokasi yang dialokasikan isinya rawa semua tentunya tidak bisa kita jalan karena akan mengganggu keekonomian proyek. Lokasi ini akan kami kaji lebih dalam dan mudah-mudahan kalau ini tidak rawa nantinya mudah-mudahan masih bisa dipakai," kata dia.

Adapun pembangunan Proyek Bintuni ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya monetisasi potensi gas di Papua Barat dan pengembangan industri pupuk di wilayah timur Indonesia. Direncanakan pabrik Amonia Urea dan Methanol dioperasikan komersil pada kuartal IV-2027.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini