Pelindo I Catat Arus Petikemas Naik 7,72% pada Mei 2021

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 26 Juni 2021 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 320 2431235 pelindo-i-catat-arus-petikemas-naik-7-72-pada-mei-2021-Xq8EwNZmuV.jpg Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I mencatat arus petikemas mencapai 582.199 twenty-foot equivalent unit (TEUs) pada Mei 2021. Arus petikemas naik 7,72% dibandingkan dengan periode yang sama 2020 yakni 540.461 TEUs.

General Manager Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, Yarham Harid menyebut, kenaikan disebabkan oleh meningkatnya arus petikemas internasional di TPK Belawan, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Pekanbaru.

Baca Juga: Pelindo II Ancam Pecat Pekerja yang Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

"Serta meningkatnya arus petikemas domestik di TPK Belawan, Lhokseumawe, dan Malahayati," ujar dia seperti dikutip dalam laman Website Kementerian BUMN, Sabtu (26/6/2021).

Di mencatat, dalam kurun waktu sampai dengan Mei 2021, TPK Belawan mencatatkan bongkar muat petikemas sebesar 464.261 TEUs, naik 5,21% pada periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 441.257 TEUs.

Baca Juga: Mulai Besok Tarif Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Pengusaha Menjerit

Untuk bongkar muat petikemas sampai dengan Mei 2021 di terminal internasional sebanyak 222.659 TEUs dan di terminal domestik sebesar 241.602 TEUs.

Bongkar muat di terminal internasional TPK Belawan sampai dengan Mei 2021 adalah sebanyak 3.135.274 ton, dengan komoditas dominan untuk ekspornya yaitu chemical, palm oil, dan minyak serta komoditas impornya yaitu pupuk.

Terminal domestik TPK Belawan melayani bongkar muat sampai dengan Mei 2021 adalah sebesar 2.919.858 ton dengan komoditas dominan yang dimuat adalah barang pecah belah dan alat tulis kantor serta komoditas dominan yang dibongkar adalah alat tulis kantor dan semen.

“Arus petikemas di TPK Belawan terus menunjukkan tren yang positif, yang artinya terjadi peningkatan, baik itu di terminal domestik maupun internasional. Tentunya kami terus berupaya untuk menghadirkan layanan yang terbaik untuk seluruh pengguna jasa," katanya.

Selain itu, untuk menjaga operasional pelabuhan, pihaknya tetap menjunjung tinggi penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Dimana, manajemen melakukan pengawasan ketat dalam setiap kegiatan operasional kepelabuhanan, menerapkan digitalisasi layanan dan sistem informasi kepelabuhanan terpadu, serta melakukan pengamanan area pelabuhan yang mengacu pada standar The International Ship and Port Facility Security Code (ISPS).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini