Mentan Sebut Ekspor Pertanian Rp564 Triliun pada 2020

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 320 2431563 mentan-sebut-ekspor-pertanian-rp564-triliun-pada-2020-0MwXZWCD0P.jpg Mentan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meresmikan IP2TP Muneng dalam tampilan baru yang lebih modern. IP2TP sebelumnya bernama "Proef Station Voor Den Land Bouw", sebuah tempat penelitian yang bediri sejak tahun 1938.

"Saya bangga memiliki tempat riset seperti ini. Tapi semoga saja hasil penelitiannya sama hebatnya dengan gedung yang keren," kata Mentan di Jakarta, Minggu (27/6/2021)

Riset dan inovasi pertanian sebelumnya pernah disinggung Presiden Joko Widodo. Pada saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021, ia

menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang konvensional dan hanya bersifat rutinitas, melainkan memerlukan terobosan dan inovasi.

IP2TP dibawah Balitkabi menurutnya memenuhi semua persyaratan untuk melakukan terobosan-terobosan itu terlebih di masa pandemi yang tidak bisa diprediksi sampai kapan berakhirnya.

Baca Juga: Mentan: Saya Harap Semua Orang di Dunia Tahu, Porang Asalnya dari Indonesia

"Negara ini terlalu bagus, matahari yang terus bersinar, air cukup, tanah yang subur. Maka setahun pandemi kemarin tidak ada yang cash flow-nya yang naik selain pertanian? Allah Swt sebetulnya sudah kasih makanan. Tinggal pertanyaannya, kita mau berkeringat atau tidak?", ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2020, ekspor pertanian naik 15,4% atau Rp564 triliun, triwulan pertama di tahun 2021, 36,2% setara hampir Rp 400 triliun.

Baca Juga: Mentan Harap Pupuk Asal Indonesia Bisa Diekspor

Oleh karena itu, Mentan menegaskan "Bertani itu hebat". Tapi, harus mulai dibangun dari pertanian desa yang hebat, pertanian di tingkat kecamatan yang hebat, pun seterusnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo, Tantriana Sari menyampaikan rasa terima kasih dengan adanya IP2TP di Probolinggo. Harapannya, IP2TP menjadi daya tarik bagi milenial untuk terjun di sektor pertanian. Karena saat ini, menurutnya berdasarkan usia, 80% sektor pertanian adalah mereka "seniornya milenial".

"Kami akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan balai penelitian ini. Mampu memperkaya, memperkuat dengan sharing knowledge bagi penyuluh dan regenerasi petani," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Tantriana Sari menjelaskan bahwa permasalahan pengembangan kedelai di Probolinggo bukan pada sulitnya mendapatkan benih tapi pada harga pembelian petani (HPP) sehingga petani lebih tertarik pada komoditas lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini