Indonesia dan AS Mulai Pembangunan Pusat Maritim Strategis di Batam

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 320 2431589 indonesia-dan-as-mulai-pembangunan-pusat-maritim-strategis-di-batam-qvgyoNnFZH.jpg Kapal Nelayan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Keamanan Laut (Bakamla) menyatakan Indonesia dan AS memulai pembangunan sebuah pusat pelatihan maritim baru bernilai USD3,5 juta atau lebih dari Rp506 miliar di Batam, kepulauan Riau.

Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Kim, menghadiri upacara peletakan batu pertama secara virtual pada Jumat 25 Juni 2021 . Kim mengatakan pusat maritim itu akan menjadi upaya berkelanjutan antara kedua negara untuk memperkuat keamanan di kawasan itu.

Baca Juga: Menko Luhut Gandeng Hary Tanoesoedibjo Pulihkan Ekonomi Nasional

“Sebagai sahabat dan mitra Indonesia, Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung peran utama Indonesia dalam memajukan perdamaian dan keamanan regional dengan melawan kejahatan domestik dan transnasional," katanya, menurut sebuah pernyataan dari Bakamla, seperti dikutip oleh Reuters.

Baca Juga: Menko Luhut Sebut Kasus Korupsi Bisa Ditekan dengan Dukungan Teknologi

Pusat pelatihan itu, yang terletak di titik penting antara Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, akan dikelola oleh Bakamla. Bakamla menambahkan tempat itu.

Kolaborasi antara AS dengan Indonesia terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan. Pada Mei, Filipina memprotes kehadiran ratusan kapal China di kepulauan Spratley.

Awal bulan ini, para menteri luar negeri Asia Tenggara dan China dalam sebuah pertemuan sepakat untuk saling menahan diri di Laut Cina Selatan dan menghindari aksi yang bisa menambah ketegangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini