Fakta Holding UMi Tinggal Tunggu Presiden, Akses Pendanaan Lebih Murah dan Cepat

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 320 2431743 fakta-holding-umi-tinggal-tunggu-presiden-akses-pendanaan-lebih-murah-dan-cepat-gRyVHqs9vh.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan holding BUMN ultra mikro (UMi) akan menjadi solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi segmen usaha tersebut. Erick menjelaskan bahwa akses pendanaan yang lebih murah dan cepat akan menopang kemajuan segmen usaha itu.

“Tentunya pemerintah secara keseluruhan memiliki solusi besar untuk menunjukan keberpihakan kepada sektor ultra mikro," ujar Erick dilansir.

Baca Juga: Holding BUMN UMi Bantu Usaha Wong Cilik Naik Kelas

Maka itu, berikut fakta dari Okezone soal Holding holding BUMN ultra mikro (UMi) yang bakal diresmikan, Senin (28/6/2021):

1. Sudah Memetakan Sinergi

Menurut dia, ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia maju, maka di dalamnya ada kemajuan segmen ultra mikro melalui penguatan ketahanan ekonomi.

"Kami sudah memetakan sinergi yang dapat dilakukan di BUMN untuk menguatkan keberpihakan kepada pengusaha ultra mikro,” tambahnya.

2. Akan Tercipta Penguatan Ketahanan Ekonomi

Dengan demikian ke depan tercipta penguatan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan yang berkualitas, sehingga akan mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama pengusaha ultra mikro melalui pemberdayaan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinggal Teken PP Holding BUMN Ultra Mikro

Menteri BUMN mengakui, tanpa holding BUMN di segmen UMi saat ini, banyak kendala yang dihadapi dalam akses pembiayaan. Biaya overhead yang tinggi karena model pemberdayaan membutuhkan pendampingan dan penyuluhan intensif.

3. Erick Thohir Jamin UMi Bisa Sinergikan Kekuatan

Selain itu, kurangnya sumber daya manusia membuat UMi sulit dijangkau. Adapun dari sudut pandang perseroan, tanpa holding membuat segi pendanaan berbiaya relatif tinggi karena mengandalkan pinjaman dari pasar modal. Pembiayaan pun bergantung kondisi pasar sehingga terdapat potensi kegagalan refinancing.

Menteri Erick pun menjamin holding ini akan mensinergikan kekuatan dan keahlian ketiga perseroan.

Holding pun dilakukan dengan tetap mempertahankan model bisnis gadai dari Pegadaian, konsep pemberdayaan sosial dari PNM, dengan BRI sebagai pendorong pertumbuhan karena merupakan perseroan terbesar dari ketiga BUMN tersebut.

4. Tinggal Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Holding Ultra Mikro tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo.

Menkeu memastikan bahwa holding yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tidak akan berdampak negatif terhadap bisnis ketiga perusahaan negara tersebut.

Bahkan dia menegaskan holding BUMN UMi akan mempertahankan keunggulan masing-masing perseroan, sehingga dapat dipastikan tidak ada ‘kanibalisasi’ perusahaan setelah integrasi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini