Tambah Modal, Bank Victoria Bakal Rights Issue

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 278 2432015 tambah-modal-bank-victoria-bakal-rights-issue-hT1vuTUCWh.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) akan menambah modal inti dengan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMTHMETD”). Hal ini diputuskan dalam RUPST tanggal 10 Mei 2019.

Selain itu, RUPST juga menyetujui laporan tahunan bank dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian bank untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada anggota direksi dan dewan komisaris bank.

Baca Juga: Turun Tajam 50%, Saham Bank Victoria Masuk UMA

Kemudian penentuan honorarium dan/atau tunjangan anggota dewan komisaris dan penentuan gaji dan/atau tunjangan anggota direksi nank, serta pemberian wewenang kepada dewan komisaris dan komite nominasi dan remunerasi bank untuk menetapkan gaji dan/atau honorarium beserta tunjangan bagi anggota dewan komisaris dan anggota direksi bank. Terakhir penunjukan akuntan publik independen terdaftar yang akan melakukan audit atas buku-buku bank untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

Sebelumnya, perseroan telah menyediakan dana untuk melunasi pokok dan bunga obligasi berkelanjutan kepada pemegang obligasi. Hal itu disampaikan untuk memenuhi peraturan pencatatan efek nomor I.A.3 tentang kewajiban pelaporan emiten dan terkait dengan obligasi berkelanjutan II Bank Victoria tahap I tahun 2019 yang akan jatuh tempo pada 28 Juni 2021.

Perseroan menyebutkan, dana pelunasan obligasi yang telah dialokasikan untuk melunasi pokok dan bunga obligasi sebesar Rp100 miliar dan bunga obligasi sebesar Rp2,44 miliar. Di mana dana dimaksud pada saat ini ditempatkan pada term deposit Bank Indonesia dan surat utang negara. Sepanjang tahun 2020, perseroan berhasil membukukan dana pihak ketiga turun 15,88% dari Rp21,79 triliun di tahun 2019 menjadi Rp18,33 triliun di tahun 2020. Demikian pula dengan kredit yang diberikan turun sebesar 15,62% dari Rp16,21 triliun di tahun 2019 menjadi Rp13,68 triliun di tahun 2020.

Meskipun demikian, perseroan masih tetap menjaga kecukupan permodalan yang ditunjukkan dari kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) yang berada di atas ketentuan OJK, yakni sebesar 16,68%. Rasio nonperforming loan (NPL) neto juga dapat diturunkan menjadi 4,91% dari sebelumnya 4.96% pada tahun 2019, sementara rasio loan to deposit ratio (LDR) dapat dijaga di kisaran 75,64%.

Tahun ini, perseroan siap melakukan ekspansi untuk memperluas lini bisnis perusahaan. Direktur Utama Bank Victoria, Ahmad Fajar pernah mengatakan, pihaknya akan mulai fokus meningkatkan pelayanan digital untuk nasabah. Fokusnya untuk saat ini adalah pengembangan internet banking dan mobile banking. Salah satu produk terbaru yang diluncurkan yakni Deposito Berjangka Online yang bisa diakses secara daring.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini