ETP Multimatching System Dolar AS-Rupiah, Sejarah Baru Transaksi Pasar Uang RI

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 320 2434043 etp-multimatching-system-dolar-as-rupiah-sejarah-baru-transaksi-pasar-uang-ri-99V06dOij5.jpeg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis transaksi pasar uang di Indonesia akan semakin kuat. Hal ini berkat implementasi infrastruktur pasar uang untuk transaksi FX Spot 1 USD terhadap Rupiah yang disebut Electronic Trading Platform (ETP) Multimatching System.

Peluncuran ini ditandai dengan pelaksanaan transaksi perdana yang dilakukan melalui infrastruktur tersebut di pasar uang domestik, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi transaksi pasar uang di Indonesia.

Baca Juga: BI Punya Rencana Besar soal Pengembangan Pasar Uang Indonesia, Apa Itu? 

Implementasi ETP Multimatching System bertujuan untuk mendorong digitalisasi dan memperkuat infrastruktur pasar uang yang andal, efisien, aman dan terintegrasi sebagai salah satu capaian utama dari Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025.

"Bank Indonesia akan terus memperluas penggunaan ETP Multimatching System pada produk pasar uang lainnya. Sehingga dapat terwujud pasar uang yang modern dan maju, yang mendukung pembiayaan ekonomi nasional. Lalu juga mendorong efektivitas transmisi kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan di Indonesia," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta (1/7/2021).

ETP Multimatching System mendukung transaksi multilateral yang meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pembentukan harga. Tapi sekaligus tetap mengedepankan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang efektif.

"Manfaat lainnya adalah mendukung terciptanya pengumpulan likuiditas yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan harga beli jual (bid-ask) terbaik dan bersifat adil karena dilakukan secara anonim," tambahnya.

Dengan ETP Multimatching System, proses transaksi di pasar uang menjadi semakin digital dan modern di mana kuotasi harga dapat diakses oleh pelaku pasar secara transparan dan pemrosesan transaksi dari awal sampai akhir secara terotomasi tanpa adanya intervensi manual, untuk memitigasi terjadinya kesalahan yang berasal dari manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini