PPKM Darurat, BI Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 5,1% Tahun Ini

Antara, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 320 2434252 ppkm-darurat-bi-pertahankan-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-5-1-tahun-ini-sK6dJvTO9C.jpg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 4,1% hingga 5,1% secara tahunan (year on year/yoy). BI tak mengubah proyeksi ekonomi meskipun pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

“Pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia pada (RDG) April 2021 yakni pada kisaran 4,1% sampai 5,1%,” kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dilansir dari Antara, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Rela Indonesia Hanya Jadi Pasar Produk Syariah Negara Lain

Faktor pendukung pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, kata Dody, antara lain meningkatnya ekspor komoditas dan juga kendaraan bermotor karena perkembangan positif permintaan global. Hal ini juga dipicu oleh membaiknya perekonomian negara mitra dagang Indonesia.

“Kenaikan ekspor khususnya terjadi pada komoditas batu bara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama. Secara spasial, peningkatan ekspor terjadi di seluruh wilayah, terutama Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua),” ujar Dody.

Baca Juga: Ada Corona, Ekonomi RI Diramal Cuma Tumbuh 4,4% Tahun Ini

Perbaikan ekonomi juga ditopang oleh perbaikan kinerja industri manufaktur dan beberapa sektor lainnya yang terstimulus karena meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Perbaikan ekonomi juga tercermin pada kinerja beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi yang terus membaik,” ujarnya.

Salah satu indikator industri manufaktur yakni Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk Indonesia pada Juni 2021 masih berada di zona ekspansif yakni level 53,5 meskipun menurun dari posisi Mei 55,3 jika dibandingkan Mei 2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya memaparkan pemerintah tetap meyakini ekonomi Indonesia akan berbalik pulih. Pada kuartal II 2021 Presiden Jokowi meyakini pertumbuhan ekonomi domestik dapat mencapai 7% dibanding kuartal I 2021 yang terjerembab di minus 0,74%.

Pemulihan ekonomi domestik itu berdasarkan indikator makro ekonomi yang bergerak membaik seperti indeks kepercayaan konsumen hingga Mei 2021 yang meningkat menjadi 104,4, penjualan ritel yang naik 12,9%, dan pertumbuhan industri manufaktur dengan PMI terbaru di Juni 2021 sebesar 53,5.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini