Sri Mulyani Tak Rela Indonesia Hanya Jadi Pasar Produk Syariah Negara Lain

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 320 2432590 sri-mulyani-tak-rela-indonesia-hanya-jadi-pasar-produk-syariah-negara-lain-Q9I4PgNCcc.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Ekonomi syariah di Indonesia memiliki potensi sangat besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ingin masyarakat Indonesia jangan hanya jadi target pasar, tapi mendorong penguatan ekonomi syariah.

“Ini tercermin dari arahan Presiden pada rapat pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah pada 5 Februari 2018 di mana dengan potensi pasar keuangan syariah yang sangat besar, seharusnya Indonesia dapat jadi penggerak perekonomian syariah dan tidak hanya menjadi target market dan produk industri yang halal dari negara lain,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Minta Konversi BPD ke Bank Syariah Dipercepat

Lanjutnya, ekonomi dan keuangan Syariah memiliki peran yang semakin penting di dalam perekonomian Nasional, apalagi di dalam kondisi pandemi saat ini. Di dalam rangka memulihkan perekonomian Nasional, ekonomi Syariah dapat menjadi pilar utama penopang pemulihan ekonomi.

"Nilai-nilai dari ekonomi Syariah dapat mendorong ekonomi nasional yang adil dan merata di seluruh aspek, mencakup juga sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Baca Juga: Intip Kekuatan Indonesia di Industri Keuangan Syariah Global

Dia menekankan redistribusi ekonomi syariah adalah jaring pengaman sosial. Adapun, ekonomi syariah membantu masyarakat tidak mampu selalu diberikan perhatian lebih.

"Kita bisa membangun sumber-sumber literasi utama yang bisa diadakan di dalam keuangan syariah di Indonesia,"tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke Bank Syariah. Dengan begitu, ekosistem keuangan syariah di Indonesia semakin kuat.

Wapres menyatakan hal itu saat menerima audiensi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui konferensi video dari kediaman resmi wapres di Jakarta.

"Saya kira tepat sekali, oleh karena itu saya harapkan bisa segera terwujud konversi (BPD ke Bank Syariah) ini," kata Wapres Ma’ruf dilansir dari Antara.

Kesadaran masyarakat untuk bertransaksi perbankan secara syariah saat ini cukup tinggi, sehingga menjadi momen tepat untuk menguatkan ekonomi dan keuangan syariah nasional, tambah Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini