Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Kantongi Dividen BUMN di Bawah Kemenkeu Rp3,1 Triliun

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 02 Juli 2021 |17:11 WIB
Sri Mulyani Kantongi Dividen BUMN di Bawah Kemenkeu Rp3,1 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah, dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, melakukan investasi jangka panjang permanen kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Layanan Umum (BLU), dan Lembaga lainnya.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kemenkeu) Meirijal Nur mengatakan hingga tahun 2020, investasi permanen yang dilakukan oleh Pemerintah sebesar Rp3.031 triliun (LKPP Tahun 2020 Audited), termasuk di dalamnya Investasi Permanen Pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN/lembaga di bawah Kementerian Keuangan sebesar Rp82,1 triliun.

Sebagai informasi BUMN/lembaga di bawah Kemenkeu yaitu PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kasus Covid-19 di Jakarta Pecah Rekor, Ini Fenomena Luar Biasa

"Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020), BUMN/Lembaga tersebut menyetorkan dividen kepada Pemerintah sebesar Rp3,1 triliun dan pajak sebesar Rp7,3 triliun. Selain itu hingga tahun 2020," kata Dia dalam video virtual, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga: Sebut Indonesia Negara Sangat Cepat Dapat Vaksin, Sri Mulyani: Kita Punya Uang

BUMN/lembaga di bawah Kementerian Keuangan telah melaksanakan mandat Pemerintah dalam pembiayaan di sektor infrastruktur dengan total nilai komitmen sebesar Rp117 triliun (total nilai proyek sebesar Rp699 triliun dari 292 proyek yang telah berjalan), memberikan penjaminan kepada pelaku usaha di sektor infrastruktur sebesar Rp66,4 triliun dengan nilai proyek Rp315 triliun, mengembangkan sektor ekspor dengan memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha dengan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp90,4 triliun (nilai ekspor sebesar Rp315 triliun), memberikan pembiayaan perumahan sebesar Rp69,15 triliun kepada 1.083.590 debitur, dan memberikan pinjaman kepada 28 Pemerintah Daerah dalam rangka membangun 38 fasilitas publik.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement