OJK Pede Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp180 Triliun

Rabu 07 Juli 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 278 2436877 ojk-pede-penggalangan-dana-di-pasar-modal-tembus-rp180-triliun-AxaXlb0r7f.jpg OJK Yakin Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp180 Triliun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyakini bahwa bila penggalangan dana di pasar modal tahun ini akan tetap tumbuh meski di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi dan tren pertumbuhan investor.

”Kita memperkirakan pengalangan dana di pasar modal bisa menyentuh Rp180 triliun,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (7/7/2021).

Stabilitas sektor jasa keuangan saat ini masih terjaga kendati pandemi Covid-19 masih berlangsung. Di mana sejumlah indikator ekonomi terpantau membaik, salah satunya di pasar modal yang mana indeks harga saham gabungan (IHSG) yang berhasil menguat 0,73% secara year to date ke level 6.023,01 per 2 Juli 2021.

Baca Juga: Melantai di Bursa 6 Juli, Saham BMHS Ditetapkan sebagai Efek Syariah

Diakuinya, pertumbuhan IHSG memang tidak sebesar di awal tahun yang bisa menyentuh 6.300an. Namun hal ini masih menguat 0,73% dan pada Juni juga ada net buy asing sebesar Rp4,87 triliun.

Oleh karena itu, dirinya melihat volatilias di pasar modal masih terjaga. OJK juga mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp67,8 triliun per 29 Juni 2021, antara lain berasal dari aksi penawaran umum saham perdana (IPO) 20 perusahaan baru dan sejumlah penawaran umum berkelanjutan efek bersifat surat utang dan sukuk (PUB EBUS).

Di sisi lain, jumlah investor pasar modal juga mengalami peningkatan. Per akhir Mei 2021, jumlah investor pasar modal mencapai 5,37 juta investor atau naik sekitar 96% secara year on year.

Baca Juga: Ini 2 Fase Implementasi BEI soal Saham Pemantauan Khusus

Kata Wimboh, realisasi tersebut sebagai indikator positif dari pasar modal, apalagi dari jumlah tersebut investor ritel berusia di bawah 30 tahun mendominasi jumlah investor pasar modal dalam negeri.

“Ruang konsumsi yang makin kecil membuat uang milenial tidak hanya disimpan di bank, tetapi juga dicoba dimasukkan di pasar modal. Ini adalah satu fenomena yang bagus,” ujar Wimboh.

Lebih lanjut, dia memperkirakan penggalangan dana di pasar modal dapat terus bertumbuh hingga akhir tahun bahkan hingga Rp180 triliun. Salah satunya ditopang oleh sejumlah rencana penggalangan dana yang sudah ada dalam pipeline bursa.

“Ini berdasarkan tadi apa yang sudah dicapai tadi dan yang di dalam pipeline sehingga kami perkirakan range-nya antara Rp150-Rp180 triliun,”tandasnya.

Tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis terhadap pencatatan (listing) saham dan obligasi bisa mencapai 66 emiten. Hal ini berdasarkan realisasi pencatatan yang sudah ada dan yang masih ada dalam pipeline.”Kalau melihat pipeline dan realisasi berarti sudah 54 emiten yang akan tercatat sampai akhir tahun atau 82% dari target. Mudah-mudahan dalam setengah tahun ini bisa mengejar ketertinggalan yang 18%,"kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Dirinya menjelaskan, dari awal tahun sampai saat ini, BEI masih konsisten dengan target pencatatan 66 emiten. Hal ini termasuk instrumen saham, dan juga instrumen obligasi serta instrumen lainnya, baik konvensional maupun syariah. Sedangkan hingga 25 Juni 2021, BEI mencatat sudah ada 24 emiten yang tercatat. Sementara ada 30 calon emiten lainnya yang masih berada dalam pipeline dan akan tercatat di bursa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini