Ini 2 Fase Implementasi BEI soal Saham Pemantauan Khusus

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 278 2434028 ini-2-fase-implementasi-bei-soal-saham-pemantauan-khusus-I3simiiH2D.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengimplementasikan efek yang diperdagangkan dalam pemantauan khusus. Nantinya,mekanisme penerapan perdagangan akan dilakukan secara bertahap dalam dua fase implementasi.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, untuk fase pertama, Bursa akan mengembangkan instrumen baru untuk saham-saham akan dikelompokkan ke dalam diperdagangkan dalam pemantauan khusus, yaitu instrumen baru yang disebut Watchlist.

Dijelaskan, pada fase pertama ini nantinya saham-saham yang masuk ke dalam pemantauan khusus akan tetap diperdagangkan dengan mekanisme yang sama seperti saat ini yaitu secara continuous auction.

"Tetapi ada pembedaan dari sisi parameter auto rejection nya yang kita bedakan dengan saham-saham yang tidak terkena pemantauan khusus atau di luar daftar efek dalam pemantauan khusus ini," ujar Hasan pada acara Edukasi Wartawan terkait Implementasi Efek yang Diperdagangkan dalam Pemantauan Khusus secara virtual, Kamis (1/7/2021).

Baca Juga: Tak Lagi Rugi, Polychem Kantongi Laba Bersih USD894.270

"Nanti auto rejection nya akan kita kenakan 10 persen untuk semua tingkatan harga, tapi dengan catatan selama masa pandemi tentu akan mengikuti ketentuan auto rejection selama masa pandemi yaitu 7 persen," sambungnya.

Baca Juga: Saham Disuspensi BEI karena Naik 14.000%, Begini Penjelasan DCII

Selain itu, pada fase pertama ini Bursa akan memberikan notasi khusus yaitu Notasi X yang artinya saham tersebut telah masuk dalam kategori efek dalam pemantauan khusus.

Pada fase kedua, Hasan menjelaskan, nantinya Bursa akan mengembangkan papannya sendiri yaitu Papan Pemantauan Khusus, dimana nantinya efek-efek yang memenuhi kriteria sebagai efek dalam pemantauan khusus akan dipisahkan dan dicatatkan ke dalam papan khusus tersebut.

"Di sisi lain mekanisme perdagangannya pun nanti akan kita ubah, tidak lagi secara continuous auction seperti di pasar reguler sekarang, tapi akan kita gunakan mekanisme periodik call auction, jadi nanti lelangnya tidak berkelanjutan tapi dilakukan dalam tahap-tahap secara periodik," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini