Erick Thohir Kasih Jatah PMN Rp2 Triliun untuk BTN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 320 2437557 erick-thohir-kasih-jatah-pmn-rp2-triliun-untuk-btn-5Vv5xX67ON.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, tahun anggaran 2022 sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut akan dipakai mendongkrak kinerja perusahaan.

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Erick Thohir mengatakan, suntikan dana negara nantinya digunakan untuk meningkatkan Tier I Capital dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR).

Baca Juga: PPKM Darurat, Apa Dampaknya ke Bisnis Bank?

Selain BTN, pemegang saham juga mengusulkan LMN PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI tahun depan sebesar Rp7 triliun. Erick mencatat, dana digunakan emiten untuk mengembangkan bisnis dan penguatan modal guna meningkatkan modal tier I dan CAR.

"BNI ini ada pengembangan bisnis, saya rasa nanti para Wamen (Wakil Menteri) bisa menjelaskan hal ini," ujar Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis (8/7/2021).

Baca Juga: BTN Incar Tabungan Baru Rp3,5 Triliun di 2021

Untuk 2021, Erick Thohir juga mengusulkan PMN Tambahan untuk tiga BUMN sebesar Rp33,9 triliun. Adapun ketiga perusahaan pelat merah itu adalah PT Waskita Karya (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, dan PT Hutama Karya (Persero) atau HK.

Erick mencatatkan, Waskita Karya membutuhkan dana segar senilai Rp7,9 triliun, KAI Rp7 triliun, sementara Hutama Karya sebesar Rp19 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini