JAKARTA – Olahan limbah batok bisa menjadi produk ekonomis dan menembus pasar ekspor. Salah satunya olahan limbah batok kelapa adalah briket dari tempurung kelapa.
Founder dan CEO dari PT Tom Cococha Indonesia Asep Jembar Mulyana menjelaskan, briket dari tempurung kelapa berpotensi menjadi energi alternatif yang bisa dimanfaatkan. Hal ini disebabkan, Indonesia memiliki banyak komoditas kelapa, sehingga limbah tempurung yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi briket.
Baca Juga: Tips Tingkatkan Produksi Budidaya Ikan dan Udang
Hal ini yang dilakukan Asep bersama perusahaan yang didirikannya. Inovasi tersebut dinilai mampu mengantikan produksi briket dari kayu, sehingga mampu berkontribusi menyelamatkan ekosistem hutan.
Asep menjelaskan, permintaan briket tempurung kelapa dari luar negeri sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan, briket banyak digunakan untuk barbeku (barbeque) dan shisha. Khusus untuk shisha, penggunaan briket tempurung kelapa dinilai memiliki kualitas yang baik dibanding briket lainnya.
Baca Juga: Wahyu Raup Cuan, Penjual Obat Herbal Anti Covid-19 Laris Manis
“Demand-nya sangat tinggi karena konsumsi barbeku dan shisha di dunia sangatlah tinggi, lebih dari 350 ribu ton per tahunnya,” kata Asep dikutip dari laman FTIP Unpad, Jumat (9/7/2021).
Selain memiliki permintaan yang tinggi, bisnis briket tempurung kelapa juga tidak terkena dampak krisis ekonomi. Saat ini, penjualan briket tempurung kelapa 100 persen dilakukan secara ekspor dengan menggunakan kurs mata uang asing. Hal ini membuat bisnis briket bisa berjalan secara berkelanjutan dengan ditunjang ketersediaan limbah yang melimpah.