JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir 2021 akan mencapai Rp1.929,6 triliun. Jumlah tersebut setara 98,2% dari pagu Rp1.954,5 triliun.
"Sampai semester II kita perkirakan 98,2% dari pagu akan terpakai atau Rp1.929,6 triliun," katanya dilansir dari Antara, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Mau Terapkan Pajak Karbon, Pengusaha Beri 3 Catatan
Sri Mulyani menuturkan perkiraan tersebut tumbuh empat% dari realisasi belanja pemerintah pusat tahun lalu yang hanya 92,8% dari pagu Rp1.975,2 triliun yakni Rp1.833 triliun.
"Ini lebih baik dari sisi%tase dan secara nominal," ujarnya.
Baca Juga: Reformasi Pajak, Sri Mulyani: APBN Punya Daya Batas
Menurut Sri Mulyani, realisasi belanja pemerintah pusat akan sangat bergantung pada kesiapan kementerian/lembaga (K/L) dalam mendorong belanjanya.
Dia menjelaskan kesiapan K/L dalam melanjutkan atau menyelesaikan program dan kegiatan yang sudah direncanakan pada semester II akan berimplikasi terhadap tercapainya perkiraan tersebut.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani meminta bagi K/L yang tidak mampu merealisasikan anggaran belanja atau mengalami kesulitan dalam eksekusi agar mengalokasikannya untuk penanganan COVID-19.
Sementara itu, Sri Mulyani memperkirakan untuk realisasi TKDD tahun ini akan mencapai Rp770 triliun dari Rp795 triliun atau 96,9%.
Ia menegaskan penyaluran TKDD terutama DAK fisik, DAK nonfisik, dan dana desa sangat dipengaruhi oleh kinerja daerah dalam memenuhi persyaratan penyalurannya.
"Pada semester I ada kesulitan dan ini memberikan sinyal kepada kita mengenai kapasitas daerah-daerah," ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk BLT fesa diperkirakan akan terealisasi 69% dari total pagu pada tahun ini sehingga diharapkan dapat menjadi bantalan sosial bagi masyarakat.
"Kita meminta Kementerian Desa melakukan relaksasi dan akselerasi sehingga dana desa betul-betul bisa membantu masyarakat desa," tegasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.