JAKARTA - Pemerintah menyiapkan skenario PPKM Darurat diperpanjang hingga 6 minggu. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan apabila skenario perpanjangan PPKM Darurat diterapkan akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021.
Baca Juga: Sholat Idul Adha dan Kurban di Masjid Istiqlal Masih dalam Perencanaan
Terdapat tiga sektor yang menjadi acuan Faisal mengapa pertumbuhan ekonomi diproyeksikan turun selama penerapan kebijakan tersebut. Pertama, adalah sektor ritel yang menjadi sasaran pembatasan sosial lantaran ada banyak kontak fisik di dalamnya.
"Terutama yang terasa adalah sektor-sektor yang paling menjadi sasaran restriksi yaitu ritel yang besar, berupa department store dan mal," kata Faisal saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/7/2021).
Baca Juga: Diperketat, Penumpang KA Lokal Turun 69%
Kedua, sektor transportasi, yang menurutnya juga akan terkena imbas. Meskipun ada keringanan sampai 70% mobilitas sosial, jasa transportasi baik darat, laut, dan udara akan terkena dampak perpanjangan PPKM Darurat.
Sementara sektor pariwisata, jelasnya, akan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam durasi 4-6 minggu penerapan perpanjangan.
"Sehingga ini potensinya dapat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III," terangnya.