Sri Mulyani Doakan 2.474 Pegawai Ditjen Pajak Sembuh dari Covid-19

Antara, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 320 2440350 sri-mulyani-doakan-2-474-pegawai-ditjen-pajak-sembuh-dari-covid-19-MKc65nL6Ps.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan 2.474 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi secara mandiri di rumah maupun di rumah sakit.

"Kita berdoa semoga mereka segera mendapatkan kesembuhan dan kekuatan dalam menghadapi Covid-19," katanya, dikutip dari Antara, dalam Upacara Peringatan Hari Pajak Ke-76 di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Kemudian, sebanyak 7.652 pegawai DJP lainnya telah sembuh dari COVID-19, sedangkan 51 orang meninggal dunia.

"Kita bersedih dan kita mendoakan kawan-kawan kita 51 orang yang telah mendahului kita dan menjadi korban Covid-19," ujarnya.

Baca Juga: Tenang! 46 Negara Bantu RI Tagih Wajib Pajak di Luar Negeri

Sri Mulyani mengingatkan para jajaran DJP untuk tetap menjaga keselamatan diri dengan menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas negara yakni mengumpulkan penerimaan pajak.

Dia menuturkan para pegawai DJP memiliki tugas sangat penting di tengah situasi pandemi karena mereka harus mengumpulkan penerimaan dalam rangka menjaga stabilitas APBN.

Baca Juga: Ditjen Pajak Tunjuk Zalora Jadi Pemungut PPN Produk Digital

Dia menegaskan APBN menjadi instrumen utama untuk membantu masyarakat dan dunia usaha agar mampu bertahan dari serbuan dampak pandemi Covid-19.

Terlebih lagi, penerimaan pajak tahun lalu sempat terkontraksi mencapai 12% dan tahun ini diproyeksikan mampu mencapai 95,7% dari target Rp1.229,6 triliun atau tumbuh 9,7 persen (yoy).

Di sisi lain, penerimaan pajak semester I baru mencapai Rp557,8 triliun atau tumbuh positif 4,9% (yoy) sehingga diharapkan semester II mendatang dapat tumbuh positif.

Sri Mulyani menyatakan negara yang telah keluar dari krisis pandemi merupakan negara yang mampu merumuskan langkah-langkah di bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi sekaligus menjaga kegotongroyongan melalui penerimaan pajak.

"Pajak menjadi simbol dari kegotongroyongan tersebut," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan seluruh jajaran DJP dalam menjalankan tugas mengelola penerimaan pajak harus berupaya dengan semangat optimis namun tetap waspada menjaga diri.

"Dalam ikut mendukung langkah-langkah penanganan pandemi kita harus tetap berupaya dengan semangat optimis namun tidak berarti kita tidak waspada," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini