IHSG Akhir Pekan Diprediksi Menguat pada Level 6.084

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 278 2441440 ihsg-akhir-pekan-diprediksi-menguat-pada-level-6-084-vcm1U5g0Kc.jpg IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan pekan ini. IHSG hari ibergerak pada level 6.020-6.084.

Menurut Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, pergerakan IHSG berhasil rebound pada level support Moving Average 50 hari secara teknikal mendorong arah pergerakan indeks yang cenderung positif dan melanjutkan bullish trend jangka panjang, sehingga menguji resistance upper bollinger bands.

"Indikator stochastic dan RSI mulai terlihat menjenuh dari momentum bearishnya memberikan indikasi adanya peluang lanjutan penguatan diakhir pekan. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6.020-6.084," ujar Lanjar dalam risetnya, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.026

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal, di antaranya; ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, BFIN, BMRI, BSDE, CTRA, PGAS.

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 67,54 poin atau 1,13% ke level 6.046 setelah bergerak menguat sejak awal sesi perdagangan. IHSG membalikan kerugian yang terjadi pada perdagangan sebelumnya akibat aksi jual investor yang kehilangan sedikit kepercayaan investasinya ditengah badai kasus covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: IHSG Melesat 1,13% ke Level 6.046

Saham-saham perbankan berhasil mendorong IHSG hingga menguat sepersen dimana saham BBCA (+2.1%), BBRI (+2.7%), BMRI (+3.1%) dan ARTO (+3.8%) naik optimis dan menjadi leader penguatan. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp555,34 miliar. Data neraca perdagangan alami penurunan surplus di bulan Juni 2021 sebesar 1,32 miliar dolar AS jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,37 miliar dolar AS sehingga Total surplus neraca perdagangan semester 1 2021 mencapai 11,86 Miliar dolar AS.

Kenaikan tertinggi terjadi pada ekspor sektor pertanian mencapai 33%, disusul migas 27,23%, pertambangan 11,75%, dan industri pengolahan 7,34%. Sedangkan dibandingkan Juni 2020, kenaikan ekspor tertinggi terjadi pada sektor migas mencapai 117,15%, disusul pertambangan 92,8%, industri pengolahan 45,92%, dan pertanian 33,04%.

Sementara itu, Bursa Saham Asia ditutup bervariasi dimana pelemahan di pimpin oleh indeks saham Jepang dengan indeks Nikkei (-1.15%) dan TOPIX (-1.20%) turun lebih dari sepersen sedangkan indeks saham Tiongkok dan Hongkong alami penguatan dengan indeks CSI300 (+1.35%) dan HangSeng (+0.75%) yang naik rata-rata sepersen.

Bursa saham di Tiongkok optimis ditengah data Pertumbuhan kuartal kedua China sebagian besar melambat sejalan dengan ekspektasi bahkan ketika peningkatan dalam belanja konsumen menunjukkan pemulihan yang lebih seimbang.

 Bursa Eropa membuka perdagangan dengan pesimistis melemah. Indeks FTSE (-0.97%), DAX (-1.18%) dan CAC40 (-0.98%) turun sepersen diawal sesi perdagangan mengiringi pelemahan indeks berjangka AS karena investor menilai perlambatan pertumbuhan di China akan menjadi katalis negatif.

Pound Inggris naik setelah pembuat kebijakan Bank of England mengatakan penarikan stimulus mungkin tepat segera. Selanjutnya investor akan terfokus pada hasil keputusan tingkat suku bunga Bank of Japan di hari Jumat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini