Share

Selain Harga Saham, Investor Diminta Cek Aksi Korporasi Holding Ultra Mikro

Aditya Pratama, iNews · Jum'at 16 Juli 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 278 2441660 selain-harga-saham-investor-diminta-cek-aksi-korporasi-holding-ultra-mikro-M6pLhNthAE.jpg Harga saham BRI pasca holding BUMN ultra mikro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga saham BRI bisa meningkat seiring dengan pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi). Namun, selain harga saham ada beberapa hal yang akan diperhatikan investor terkait aksi korporasi tersebut.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, potensi pergerakan saham BRI akan ditentukan oleh realisasi pembentukan Holding Umi BUMN dan kinerja holding. Dia menyebut, harga saham perbankan plat merah tersebut bisa bergerak di kisaran 5.000 hingga 6.000 per lembar saham.

Baca Juga: Investor Nantikan Kinerja BUMN saat Holding Ultra Mikro Berjalan

"Apakah dimungkinkan bisa mencapai 5.000? atau 5.500? atau 6.000? ya, bisa dimungkinkan sepanjang realisasi kinerja pertumbuhan riil terlihat di mata pelaku pasar," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (16/7/2021).

Reza menambahkan, dengan melakukan aksi korporasi right issue dalam pembentukan Holding BUMN UMi ini, pelaku pasar akan memperhatikan pergerakan dari kinerja BRI sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Baca Juga: Holding Pariwisata Ditarget Rampung Agustus, Pertahanan dan Pangan September 2021

"Ke depan, tentunya yang akan diperhatikan pelaku pasar ialah akselerasi dari strategi pertumbuhan setelah adanya penggabungan para entitas tersebut," kata dia.

Pasalnya, menurut Reza pembentukan Holding BUMN UMi ini akan menjadi peluang besar bagi BRI untuk melakukan diversifikasi bisnisnya.

"Selain itu, (pembentukan holding) akan berefek pada penetrasi pasar yang lebih besar, menciptakan ekosistem penyaluran kredit, hingga pertumbuhan kinerja. Tapi, harus didukung dengan pengembangan teknologi yang mumpuni dan kemampuan penagihan untuk mengurangi potensi kredit macet," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, BRI akan melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan keterlibatan pemerintah dalam bentuk non tunai. Selain itu, pemerintah juga akan menyetorkan seluruh saham Seri B miliknya (Inbreng).

Melalui aksi korporasi tersebut, BBRI akan menjadi pemegang saham mayoritas pada PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM yang merupakan dari rencana pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro dengan BBRI sebagai induknya.

Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro tidak hanya dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Perseroan, Pegadaian maupun PNM, namun juga bagi pengusaha yang termasuk dalam segmen ini.

Nantinya, hal dimaksud akan dilakukan melalui berbagai sinergi dan kolaborasi, diantaranya; model bisnis yang saling melengkapi dalam rangka memenuhi ragam kebutuhan layanan keuangan di segmen ultra mikro. Kemudian, kerja sama jaringan untuk memperluas jangkauan platform sehingga mempermudah penciptaan kanal

“naik kelas” bagi segmen ultra mikro yang terstruktur dalam suatu ekosistem keuangan.

Adapun BBRI berencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,00 atau mewakili sebanyak-banyaknya 23,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Jumlah maksimal lembar saham ini merupakan perkiraan dan penetapannya akan diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah, selaku pemegang saham pengendali BBRI akan mengambil bagian atas seluruh HMETD yang menjadi haknya dengan melakukan Inbreng atas saham milik Pemerintah sebagai berikut:

- 6.249.999 saham Seri B atau mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Pegadaian;

- 3.799.999 saham Seri B atau mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam PNM.

Mengenai rencana tersebut, Perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini