Target Investasi Rp1.200 Triliun, Bahlil Boyong Investor AS

Antara, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 320 2442985 target-investasi-rp1-200-triliun-bahlil-boyong-investor-as-aNbedZc0Kh.jpg Menteri Investasi Bahlil mengajak KBRI menarik investasi dari AS (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan dialog langsung dengan perwakilan RI se-Amerika Serikat di Washington DC. Bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Bahlil mengajak perwakilan RI di AS bekerja sama untuk mendatangkan investor ke Indonesia.

Dalam dialog tersebut, Bahlil menilai kolaborasi yang solid semakin dibutuhkan untuk menarik investasi terlebih di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Jangan Mudah Percaya Investasi Berizin OJK, Ini Cara Cek Keasliannya

"Saya pikir peran perwakilan RI seperti Kedutaan Besar (KBRI) maupun Konsulat Jenderal (KJRI) sebagai garda terdepan, bagaimana menarik investor ke Indonesia. Saya yakin mereka memiliki kapasitas yang luar biasa. Kolaborasi antara Kementerian Investasi dan Kementerian Luar Negeri adalah yang tepat untuk menarik realisasi investasi dari Amerika ke Indonesia," katanya dilansir dari Antara, Senin (19/7/2021).

Bahlil mengatakan dapat arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait capaian target realisasi investasi di tahun 2021 ini sebesar Rp900 triliun dan target realisasi investasi tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun.

Baca Juga: Ciri-Ciri Investasi Bodong, Palsukan Perusahaan hingga Janjikan Untung Besar

Target tersebut, menurut dia, dapat diwujudkan jika kemudahan berusaha di Indonesia semakin baik. Untuk itulah terbit Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Dalam konteks itu, kami datang untuk memberikan beberapa hal, di antaranya terkait implementasi dari Undang-Undang Cipta Kerja. PP (Peraturan Pemerintah)-nya sudah selesai, yang InsyaAllah Juli ini akan live melalui Sistem OSS (Online Single Submission). Kalau ada investor dari Amerika, kami urus izinnya," kata Bahlil.

Sementara itu Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan salah satu sektor penting bagi Indonesia yaitu ekonomi digital, sehingga memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan infrastruktur.

"Kalau ada investor yang ingin menginvestasikan untuk infrastruktur ekonomi digital, kita perlu dapatkan. Nanti saya bersama dengan Kementerian Investasi akan mengundang mereka supaya bisa jadi," ujar Lutfi yang juga mantan Dubes RI untuk AS.

Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Duta Besar RI untuk AS Iwan Freddy Hari Susanto menyampaikan sebagai perwakilan RI di luar negeri, seluruh jajaran pejabat di KBRI maupun KJRI siap untuk memperkuat hubungan ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan.

"Sesuai tugas dan arahan Ibu Menlu, diplomasi ekonomi Indonesia betul-betul diperkuat. Ini menjadi semakin penting, apalagi saat ini kita sedang dalam tantangan menghadapi COVID-19. Kami siap mendukung agar FDI (Foreign Direct Investment) dari Amerika Serikat terus meningkat," kata Iwan.

Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh kepala perwakilan RI di AS yang berasal dari lima KJRI New York, Chicago, Houston, San Fransisco, dan Los Angeles, dengan tuan rumah Kedubes di Washington DC.

Menurut data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi dari investor asal negeri Paman Sam pada periode triwulan I tahun 2021 ini berada pada peringkat ke enam dengan total investasi sebesar 400 juta dolar AS.

Sedangkan, secara akumulasi dalam lima tahun terakhir (2016-Maret 2021), total realisasi investasi AS mencapai 6,6 miliar dolar dan menempati peringkat ke delapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini