Ancaman Varian Delta Covid-19 Bikin Dolar AS Keok

Antara, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 06:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444103 ancaman-varian-delta-covid-19-bikin-dolar-as-keok-xPqwKOBbeT.jpg Dolar AS Melemah (Foto: Shutterstock)

Terhadap yen, dolar menguat 0,4 persen menjadi 110,26 yen.

Dolar Australia, dilihat sebagai proksi likuid untuk selera risiko, jatuh ke level terendah sejak November sebelum agak pulih. Aussie terakhir naik 0,4 persen menjadi 0,7357 dolar AS, sementara dolar Selandia Baru naik 0,9 persen menjadi 0,6976 dolar AS.

Dua negara bagian terbesar Australia melaporkan peningkatan tajam dalam kasus COVID-19 baru pada Rabu (21/7/2021), pukulan terhadap harapan bahwa pembatasan penguncian akan dicabut karena lebih dari setengah populasi negara itu tunduk pada perintah tinggal di rumah.

Pound Inggris, yang pada Selasa (20/7/2021) mencapai level terendah sejak Februari, naik 0,6 persen pada 1,3715 dolar AS.

Analis menunjuk ke kebuntuan antara Inggris dan Uni Eropa. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pemerintahnya akan menguraikan pendekatannya pada Protokol Irlandia Utara ke parlemen Inggris pada Rabu (21/7/2021). Kasus COVID-19 di Inggris juga melonjak.

Euro naik 0,2 persen versus dolar menjadi 1,1797 dolar AS.

Pasar mata uang menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis waktu setempat. Nada dovish diperkirakan setelah Presiden ECB Christine Lagarde meramalkan perubahan panduan dalam sebuah wawancara minggu lalu.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin naik kembali di atas 30.000 dolar AS, setelah turun di bawah level penting ini untuk pertama kalinya dalam sebulan pada Selasa (20/7/2021). Terakhir Bitcoin diperdagangkan naik 7,4 persen pada 31.991 dolar AS, sementara Ether melonjak lebih dari 10 persen menjadi 1.971,79 dolar AS.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini