Dirinya mengatakan bahwa aturan ini membuat pendapatannya menurun signifikan. Pasalnya, banyak pengunjung yang sudah masuk ke dalam, tidak jadi membeli makanan karena bangkunya tidak ada.
Di sisi lain, Ketua Umum Koperasi Warteg Nusantara(Kowantra) Mukroni menilai kebijakan ini tidak tepat. Menurutnya, sulit untuk menakar kecepatan makan seseorang.
"Ngawur mas kebijakan, mereka tidak pernah makan di warteg. Yang makan di warteg ada orang tua terus klo tersedak karena tergesa-gesa gimana, apalagi sampai meninggal, bukan karena Covid-19 tapi makan di warteg," ujarnya.
Mukroni menilai, dengan pembatasan waktu seperti ini justru berpontensi berbahaya, mengingat proses penyajian makanan dan penyajian kepada pelanggan memerlukan waktu.
"Kalau saya sih lebih menyarankan dibawa pulang mas, dari pada terjaei sesuatu yang tidak diinginkan," ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.