Makan di Tempat Maksimal 20 Menit, Pedagang: Masa Kita Kasih Waktu

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 320 2446398 makan-di-tempat-maksimal-20-menit-pedagang-masa-kita-kasih-waktu-qqcQ41afCE.jpg Makan di Warteg Dibatasi 20 Menit. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemilik warung makanan mengomentari kebijakan makan di tempat dengan waktu 20 menit. Kebijakan ini dinilai terlalu singkat untuk pengunjung yang akan makan.

Salah Satu Pemilik Warung Makan di Jakarta Timur, Sahiroh mengatakan, 20 menit itu waktu yang sangat singkat untuk seseorang makanan. Karena pengunjung datang tidak hanya sekedar makan, namun sekaligus beristirahat.

Baca Juga: Makan di Warteg Hanya 20 Menit, Mendagri: Pelaku Usaha dan Masyarakat Tolong Ditaati

"Saya kurang setuju, kan misal ojek online, itu makan di sini kadang kan sambil istirahat sampai dapat orderan selanjutnya. Apalagi sekarang juga orderan kan susah, jadi butuh waktu juga nunggunya," tutur Sahiroh, ketika ditemui MNC Portal, Senin (26/7/2021).

Sahiroh pun bingung harus melakukan apa. Pasalnya, alih-alih membatasi waktu makan, dirinya lebih memilih menyarankan pelanggannya untuk membungkus makanannya.

Baca Juga: Hore! BLT Subsidi Gaji Dipastikan Cair Awal Agustus

"Ya gimana ya, masa orang makan kita kasih waktu gitu? Terus kan nyuruh perginya gak enak, mending saya kasih saran dibungkus aja kalau begitu," tuturnya.

Sahiroh mengaku, bahwa tidak jarang warungnya terkena sidak dari oknum Satuan Polisi Pamung Praja (Satpol PP) di siang hari. Ketika dalam posisi tersebut, Sahiroh hanya mengikuti permintaan petugas, dengan menarik masuk kursi yang disediakan untuk pelanggannya.

Dirinya mengatakan bahwa aturan ini membuat pendapatannya menurun signifikan. Pasalnya, banyak pengunjung yang sudah masuk ke dalam, tidak jadi membeli makanan karena bangkunya tidak ada.

Di sisi lain, Ketua Umum Koperasi Warteg Nusantara(Kowantra) Mukroni menilai kebijakan ini tidak tepat. Menurutnya, sulit untuk menakar kecepatan makan seseorang.

"Ngawur mas kebijakan, mereka tidak pernah makan di warteg. Yang makan di warteg ada orang tua terus klo tersedak karena tergesa-gesa gimana, apalagi sampai meninggal, bukan karena Covid-19 tapi makan di warteg," ujarnya.

Mukroni menilai, dengan pembatasan waktu seperti ini justru berpontensi berbahaya, mengingat proses penyajian makanan dan penyajian kepada pelanggan memerlukan waktu.

"Kalau saya sih lebih menyarankan dibawa pulang mas, dari pada terjaei sesuatu yang tidak diinginkan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini