Makan di Warteg Hanya 20 Menit, Mendagri: Pelaku Usaha dan Masyarakat Tolong Ditaati

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 320 2446158 makan-di-warteg-hanya-20-menit-mendagri-pelaku-usaha-dan-masyarakat-tolong-ditaati-FjvSQxQnRs.jpg Aturan Makan di Warteg selama PPKM Level 4. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan soal aturan dine in atau makan dan minum di warteg atau restoran pada masa PPKM Level 3 dan Level 4.

Tito mengatakan, regulasi dalam lingkup warteg hanya diperbolehkan dengan batasan 3 orang maksimal dan perlu kesadaran masyarakat.

Baca Juga: Puluhan Hotel dan Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih, Ada Apa?

"Warteg dapat dine in dengan batasan 3 orang maksimal Kemudian 20-30 menit, kemudian untuk memastikan masyarakat bisa melaksanakan ini masalah eksekusi kita tentu berharap kepada penegak aturan tersebut mulai dari pemerintah daerah satpol PP didukung oleh rekan rekan Ori dan juga TNI dan pelaku usahanya sendiri dan juga sekaligus pada masyarakat tolong ditaati," ujar Tito melalui konferensi Virtual, Senin (26/7/2021)

Pihaknya mengatakan aspek yang paling mendukung sukses dan efektifnya dari kebijakan ini yaitu peran penting 3 aspek orang yang terlibat.

Baca Juga: PPKM Darurat, Warung dan Restoran Boleh Buka tapi Tidak Makan di Tempat

"Pertama dari masyarakat itu sendiri melalui forum ini bisa mamahami ada batas waktu saya kira 20 menit prinsipnya sudah cukup dan itu pun sudah ada dalam ada PPKM instruksi Kemendagri dan jangan melakukan aksi kegiatan yang membuat terjadinya droplet bertebaran seperti ngobrol dan tertawa keras dan memberikan giliran kepada yang lain," paparnya

Kemudian, pelaku usaha juga yang punya harus bantu mensukseskan dan menegakan aturan ini sehingga meminimalis adanya Perkumpulan di dalam ruangan itu yang menyebut mengakibatkan rawan nya penyebaran Covid-19.

"Diharapkan Pengawas dari satpolPP dan juga dibantu TNI untuk memastikan aturan ini bisa ditegakkan mulai dari Persuasif pencegahan sosialisasi sampai kah langkah langkah kohesif tentu dengan cara cara yang Santun dan tidak menggunakan kegiatan yang kontraduktif," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini