Pasokan Terbatas, Harga Minyak Dunia Mixed

Antara, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 320 2446509 pasokan-terbatas-harga-minyak-dunia-mixed-bK4EKDUTwN.jpg Harga minyak dunia bergerak dua arah (Foto: Shutterstock)

 “Varian Delta masih menyebar dan China mulai menekan sejumlah teapot (pemurni independen), sehingga pertumbuhan impor mereka tidak akan sebesar itu,” kata Manajer Komoditas Senior Phillips Futures Singapura, Avtar Sandu.

Sementara itu harga minyak mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,28% menjadi 92,6487 pada akhir perdagangan Senin (26/7/2021). Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Laporan dari India juga menunjukkan permintaan minyak melemah, kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

"Impor minyak pada Juni turun ke level terendah sembilan bulan, sementara pemrosesan minyak mentah hanya sedikit di atas level terendah Mei, yang dipengaruhi oleh pembatasan pandemi," kata mereka.

Namun, kedua patokan minyak mentah pekan lalu pulih dari penurunan 7,0% di awal pekan dan menandai kenaikan mingguan pertama mereka dalam dua hingga tiga minggu, didorong oleh permintaan AS yang kuat dan ekspektasi pasokan yang ketat.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah berjangka AS, turun sekitar 2,6 juta barel pekan lalu, kata para pedagang, mengutip data dari Wood Mackenzie.

Pasar minyak global diperkirakan akan tetap defisit meskipun ada keputusan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, untuk meningkatkan produksi sepanjang sisa tahun ini.

“Tampaknya ada pertempuran di dalam kompleks energi antara defisit pasokan yang ada yang direkayasa oleh OPEC+ dan ancaman varian Delta COVID-19 di wilayah dengan tingkat vaksinasi yang rendah,” kata Analis StoneX, Kevin Solomon.

“Penerimaan vaksinasi yang lambat akan terus membatasi kenaikan permintaan minyak di wilayah tersebut, dan akan ada periode pemulihan yang terputus-putus dalam beberapa bulan mendatang.”



(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini