BEI Sebut IPO Startup Unicorn Bakal Tarik Banyak Investor

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 278 2447410 bei-sebut-ipo-startup-unicorn-bakal-tarik-banyak-investor-ZRb0CM88Vf.jpg IPO Startup Unicorn Bakal Tarik Banyak Investor (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan berbagai persiapan untuk mengakomodasi perusahaan rintisan (startup) unicorn untuk melantai di bursa. Startup unicorn berpotensi mendapatkan dana yang dihimpun dalam jumlah yang besar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, startup unicorn memiliki coverage investor yang luas. Dia berharap, dengan masuknya startup unicorn ke bursa dapat memberikan model bisnis yang baru di pasar modal Indonesia.

"Kita harapkan dengan unicorn masuk memberikan atractiveness dengan bisnis model yang baru, kemudian dengan potensi growth opportunity kita harapkan menjadi daya tarik tersendiri," ujar Nyoman dalam acara Edukasi Wartawan terkait IPO Unicorn secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Menyambut IPO Unicorn

Nyoman menambahkan, selain memberikan model bisnis baru, startup unicorn juga berkesempatan mendapatkan dana yang dihimpun relatif masif dan akan meningkatkan partisipasi dari investor.

"Jadi sangat kita harapkan investor lokal yang terdiri dari ritel dan institusi juga akan berpartisipasi, dan yang lebih penting lagi akan ter-create SID baru," kata dia.

Nyoman menjelaskan, Indonesia saat ini disebut sebagai house of unicorn karena sampai saat ini terdapat 6 dari 12 startup unicorn di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Selain itu, fakta lainnya adalah terdapat 40 persen startup centaur di Asia Tenggara yang akan berkembang ke unicorn berasal dari Indonesia.

"Untuk itu, bahwa BEI menjadi rumah pertumbuhan dari semua skala. dari skill yang kecil kita ada papan akselerasi untuk startup company namun prospektif itu tetap harus dijaga, terus ada papan pengembangan dan utama, nah sekarang masuk unicorn dengan bisnis model menggunakan platform technology, sehingga nanti ada konvensional dan ada yang mengutilisasi teknologi," ucapnya.

Dia juga menegaskan bahwa BEI tentunya bersifat adaptif terutama dilihat dari sisi landscape persaingan dari pasar modal. BEI selalu berkomitmen menjadi rumah pertumbuhan sehingga akan terus melakukan inovasi yang dapat diakomodasi sehingga harapannya semua jenis perusahaan termasuk yang bisnis modelnya menggunakan teknologi.

"Untuk itu, perubahan Peraturan I-A secara prinsip sudah tidak ada hal yang signifikan yang didiskusikan dengan OJK, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi Peraturan I-A tentang pencatatan yang memberikan kanal-kanal baru seperti berupa pendapatan, market cap, karena bisnis berubah sehingga kami mengadopsi beberapa pilihan untuk mereka bisa tercatat di pasar modal kita," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini