JAKARTA - Pemerintah kini tengah melakukan antisipasi lonjakan kemiskinan dengan program untuk meminimalisir dampak ekonomi akibat pandemi. Namun, menurut Ekonom Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat, ekonomi Indonesia akan terkoreksi tajam mencapai 5% di kuartal II-2021.
"Kita tahu bahwa sejak terkena pandemi dampaknya itu kita mulai rasakan kuartal II-2020, kuartal I kita mencapai kinerja ekonomi yang positif, tapi kuartal II terkoreksi tajam mencapai 5%, kuartal berikutnya masih terkontraksi 3%, kemudian selanjutnya 2%," ujar Rosdiana dalam Market Review IDX Channel, Rabu (28/7/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Modernisasi Koperasi agar Adaptif dan Berdaya Saing
Semakin menurunnya kinerja tersebut sehingga akumulasi pada tahun 2020, kinerja ekonomi masih rendah berlanjut sampai kuartal I 2021, meskipun masih minus tren kinerjanya turun. Pihaknya menyebut ada kaitan yang sangat kuat antara kinerja perekonomian dengan pertumbuhan ekonomi dengan angka kemiskinan, dilihat dari kemampuan daya belinya.
Baca Juga: Tenang, Indonesia Bakal Kedatangan 60 Juta Vaksin Covid-19 di Agustus
"Semua kinerja masyarakat mengalami penurunan pendapatan, ketika pendapatan ini terganggu karena adanya volume produksi yang menurun, pembatasan aktivitas ekonomi akrena pandemi," tutur Rosdiana.