Naik Lagi, Harga Minyak Brent Capai Level USD76/Barel

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 320 2448225 naik-lagi-harga-minyak-brent-capai-level-usd76-barel-nY2UbVRGln.jpg Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak naik lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga Brent pun menyentuh USD76 per barel, karena pasokan di Amerika Serikat semakin ketat setelah menyusut ke level terendah sejak Januari 2020.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik USD1,31 atau 1,75% menjadi USD76,05 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September bertambah USD1,23 atau 1,7% menjadi USD73,62 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 1%, Brent Dijual USD69,3/Barel

Data dari penyedia informasi Genscape menunjukkan bahwa persediaan di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma terus berkurang. Stok Cushing terlihat di 36,299 juta barel pada Selasa (27/7/2021) sore, turun 360.917 barel dari 23 Juli.

Badani Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah domestik turun 4,1 juta barel dalam seminggu yang berakhir 23 Juli.

Baca Juga: Stok Minyak AS Turun, Harga Brent dan WTI Meningkat

"Minyak mentah masih kehabisan kehabisan persediaan di AS kemarin," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, dikutip dari Antara, Jumat (30/7/2021).

"Pasar mendapat dorongan tambahan dari dolar AS yang lebih lemah dan sinyal dari Iran bahwa tidak ada kesepakatan nuklir yang akan segera terjadi," sambung Yawger.

Pada Juni, Brent mencapai USD75 per barel untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Namun kemudian merosot awal bulan ini di tengah kekhawatiran tentang penyebaran cepat varian Delta dari virus corona dan kesepakatan kompromi oleh produsen minyak terkemuka untuk meningkatkan pasokan.

Sementara itu, pemulihan ekonomi AS masih berada pada jalurnya, meskipun ada peningkatan infeksi virus corona. Federal Reserve AS mengatakan kebijakan yang mengisyaratkan pembicaraan seputar penarikan dukungan kebijakan moneter sedang berlangsung.

Dolar pun melemah sehari setelah pernyataan Federal Reserve yang belum menetapkan waktu untuk mulai mengurangi pembelian obligasinya. Indeks dolar melemah 0,41% menjadi 91,882. Dolar yang melemah mengangkat euro naik 0,39% menjadi USD1,1888 atau tertinggi dalam lebih dari tiga minggu.

Dolar yang lebih lemah dapat meningkatkan permintaan investor untuk komoditas-komoditas berdenominasi dolar, termasuk minyak mentah.

"Sementara risiko terhadap prospek permintaan dapat meningkat karena pemerintah di seluruh Eropa mengurangi izin untuk pertemuan publik, kami mencatat bahwa pasar telah mengalami beberapa putaran pembatasan mobilitas, namun, pemulihan global tidak tergelincir secara signifikan," Analis Citi mengatakan dalam sebuah catatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini