Share

Kredit Mikro BRI Tembus Rp366,5 Triliun, Tumbuh 17% di Tengah Pandemi

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 278 2451792 kredit-mikro-bri-tembus-rp366-5-triliun-tumbuh-17-di-tengah-pandemi-jCNQLvb4b6.jpg Kredit Mikro BRI Tumbuh 17% (Foto: Dokumen BRI)

JAKARTA - Kredit mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tumbuh 17% pada semester I-2021. Jumlah tersebut mencapai Rp366,56 triliun. Tumbuhnya kredit mikro BRI tersebut mendorong kenaikan laba bersih 22,9% jadi Rp12,54 triliun.

"Porsi UMKM BRI, jadi mikro, kecil dan menengah sudah mencapai 80,62% dari total portofolio kredit BRI. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama. Komposisi kredit BRI untuk UMK tahun sebelumnya adalah 78,58%," jelas Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: BRI Raup Laba Bersih Rp12,5 Triliun di Semester I-2021, Naik 22,9%

 

Sementara itu, kredit konsumer serta kecil dan menengah BRI masing-masing sebesar Rp145,94 triliun dan Rp236,82 triliun. Jika diakumulasi, maka total kredit UMKM BRI menyentuh angka Rp749,33 triliun.

Perseroan pun mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) dengan baik. Tercatat NPL BRI pada akhir kuartal II tahun 2021 sebesar 3,30% dengan NPL Coverage mencapai 254,84%. Keberhasilan BRI menjaga NPL ini tak lepas dari kian landainya tren restrukturisasi kredit terdampak Covid-19.

Hingga akhir Juni 2021 tercatat outstanding kredit restrukturisasi akibat Covid-19 sebesar Rp175,16 triliun atau telah turun sebesar Rp56,3 triliun dari total akumulasi kredit restrukturisasi.

Dari sisi liabilities, BRI mampu mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 2,23% yoy, atau tercatat sebesar Rp1.096,45 triliun pada akhir Juni 2021. Dana murah (CASA) masih mendominasi struktur pendanaan BRI, dimana tercatat sebesar 59,56% atau tumbuh signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 55,81%.

"Keberhasilan BRI dalam meningkatkan proporsi CASA membuat biaya dana (COF/Cost of Fund) menjadi turun, dari semula 3,54% pada akhir kuartal II 2020 menjadi 2,18% pada akhir kuartal II 2021," imbuh Sunarso.

Pertumbuhan kredit yang positif disertai dengan membaiknya kinerja COF membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI tumbuh dengan baik. Kinerja BRI yang prudent juga tercermin dari rasio LDR maupun CAR yang berada pada angka ideal. LDR BRI di akhir Juni 2021 tercatat sebesar 84,77%, sementara itu CAR BRI di periode yang sama tercatat sebesar 19,98%.

"Perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan yang kuat dan sustainable di masa mendatang dengan tetap berhati-hati dalam mengelola dampak pandemi, salah satunya dengan disiplin membentuk pencadangan yang memadai. Dengan fundamental kinerja yang kuat serta diiringi kondisi ekonomi yang kian membaik, BRI meyakini saat ini kita sudah menapaki awal kebangkitan ekonomi nasional," pungkas Sunarso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini