Share

Bank BUMN Biayai Sistem Resi Gudang, Petani hingga Logistik Dapat Kepastian Usaha

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 320 2453021 bank-bumn-biayai-sistem-resi-gudang-petani-hingga-logistik-dapat-kepastian-usaha-w0hCPm5SMT.jpg Bank BUMN Biayai SRG, Beri Kepastian Usaha bagi Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyiapkan Rp190 miliar untuk mendukung pembiayaan dalam sistem resi gudang yang dikembangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag)). Pembiayaan ini sebagai komitmen dalam pengembangan ekonomi masyarakat khususnya di sektor 20 komoditas yang masuk dalam SRG.

“BRI tentu sangat mendukung SRG. Dukungan ini telah dilakukan dalam gudang-gudang SRG di berbagai daerah,” kata Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso, Senin (9/8/2021).

Ada 20 komoditas yang sudah bisa masuk SRG antara lain beras, kopi, jagung hingga kopra. Ke depan diharapkan ini bisa menjadi alternatif utama bagi pelaku usaha, baik produsen, petani maupun pengelola gudang dan logistik dalam perdagangan. Dengan begitu diharapkan manfaatnya merata dan bisa membentuk sebuah kondisi yang menjamin kepastian usaha baik dari sektor produksi, transportasi dan logistik.

Baca Juga: Produk Pertanian di Sistem Resi Gudang Tak Diragukan Kualitasnya

Komitmen BRI disambut Kementerian Perdagangan. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, kehadiran perbankan penting dalam membangun ekosistem bisnis SRG. Ekosistem bisnis memang menjadi sentra pembicaraan kedua belah pihak.

Menurut keduanya penting agar ekosistem bisnis SRG terus dikembangkan agar semua pihak bisa mengambil manfaat yang berkesinambungan. Dengan demikian kepastian usaha di sektor SRG bisa terus dikembangkan.

BRI adalah salah satu perbankan milik negara yang sudah dikenal lama berfokus pada pengembangan ekonomi rakyat. Jaringannya tersebar hingga ke desa-desa sehingga memungkinkan daya jangkau yang sangat luas terhadap aktifitas ekonomi masyarakat.

Kemendag sendiri melakukan berbagai terobosan melalui sistem resi gudang yang didesain untuk menjadi sistem penopang dalam perdagangan.

Diharapkan upaya ini meningkat seiring dengan meluasnya jangkauan bisnis SRG. Kemendag sendiri sangat berharap kerjasama dengan stake holder terus ditingkatkan.

“Pihak inti yang menjadi pelaku SRG sebenarnya adalah pelaku bisnis itu sendiri dengan fasilitator dari Pemerintah Daerah. Hal ini karena Pemerintah Pusat telah menyerahkan kepengurusan SRG ke daerah. Karena itu daerah harus terus didorong agar meningkatkan kemampuan pengelolaan SRG ini,” ujar Jerry.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini