JAKARTA - PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membukukan penjualan sebesar Rp223,5 miliar di semesterI-2021. Penjualan tersebut turun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp301,0 miliar.
Sekretaris Perusahaan BELL R Nurwulan Kusumawati mengatakan, adapun kontribusi terbesar pada semester I-2021 ini masih didominasi oleh penjualan domestik sebesar 95% dan sedangkan ekspor sebesar 5%. Namun, di sisi lain pendapatan operasional BELL pada semester I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 19,2%.
Baca Juga: Kebanjiran Pesanan Seragam, Penjualan Trisula Textile Rp69,6 Miliar
Meski pendapatan turun, namun emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kinerja semester I-2021. Disebutkan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi sebesar Rp5,6 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp301,2 juta.
“BELL terus berupaya untuk melakukan efisiensi pada seluruh proses operasional kami sesuai dengan kebutuhan yang ada. Mulai dari penggunaan bahan baku, pengaturan waktu kerja, produksi sesuai dengan pesanan, dan sebagainya tanpa mengurangi kualitas dari produk kami,” ungkapnya, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: Naik Tak Wajar, Saham Trisula Textile Masuk Pengawasan BEI
Di sisi lain BELL juga terus memperhatikan proses produksi yang berkelanjutan dengan mengutamakan menggunakan bahan baku dan bahan pembantu yang ramah lingkungan, bebas dari zat berbahaya dan aman digunakan oleh manusia. BELL telah mengantongi sertifikasi ISO 14001:2015 (sistem manajemen lingkungan) dan Oeko-Tex sebagai salah satu prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ke depan, lanjut Nurwulan, BELL sudah memiliki strategi untuk terus meningkatkan prinsip ESG. Mulai dari efisiensi energi, menetapkan rencana program penggunaan energi terbarukan dan bahan bakar gas, meningkatkan pemanfaatan recycle water secara bertahap dengan target menjadi 50% pemanfaatan, mengurangi jumlah limbah cair yang dibuang ke sungai, dan meningkatkan efektivitas program pemasaran, meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi melalui kegiatanrevitalisasi permesinan serta terus melakukan inovasi produk sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Hal ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas produk dan kepuasan pelanggan, seiring dengan komitmen BELL dalam mendukung pelestarian lingkungan.
“Diharapkan kondisi perekomian dan pandemi Covid-19 ini segera pulih kembali. BELL berupaya keras untuk melewati tahun yang masih penuh tantangan ini dan optimis dapat menutupnya dengan kinerja yang baik. Seiring dengan hal tersebut BELL terus menjalankan strategi yang telah ditetapkan dan meningkatkan prinsip ESG sesuai dengan target dan rencana kami,” kata Nurwulan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.