Share

Hari UMKM Nasional, Intip 3 Strategi Bisnis agar Bertahan di Tengah Covid-19

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 455 2454431 hari-umkm-nasional-intip-3-strategi-bisnis-agar-bertahan-di-tengah-covid-19-n8wIbYB9Yf.jpg Tips Usaha Bagi UMKM di Tengah Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Hari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diperingati pada 12 Agustus 2021. Pengamat Bisnis UMKM dari Biznis.id Budi Satria Isman menilai pelaku UMKM Tanah Air harus bisa menyesuaikan usaha di tengah kondisi seperti saat ini.

Menurut dia, kondisi dunia terus berubah dan berkembang, khususnya di masa krisis seperti ini. Maka untuk bertahan dan tetap relevan maka UMKM harus tetap terus menyesuaikan diri.

Bila kondisi bisnis UMKM tidak dalam kondisi yang bagus, maka dalam Smart Business Map (SBM) pelaku UMKM punya 3 pilihan strategi yang sederhana:

1. Divergent atau memperlebar kategori usaha. Caranya melalui diversifikasi usaha yang masih berhubungan. Seperti dari hanya perusahaan Taxi sekarang jadi perusahaan Transportasi.

Baca Juga: Terdampak Pandemi, UMKM dan Dunia Usaha Butuh Bantuan Ini

2. Convergent atau perkecil dan lebih fokus menjadi spesialis yang areanya lebih sempit. Seperti usaha kecantikan jadi spesialis perawatan Jerawat (acne).

3. Lalu bila dua konsep pertama tidak bisa, maka opsi lain adalah pivot. Ini artinya pelaku bisnis keluar dari usaha intinya. Seperti usaha tranportasi masuk ke bisnis makanan.

Baca Juga: UMKM Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Buktinya

"Tidak perlu malu dan takut untuk pivot kalau kita sudah melihat untuk future business yang sekarang memang kecil harapan untuk berkembang," ujar Budi saat dihubungi Okezone di Jakarta (12/8/2021).

Dia juga melihat masalah UMKM terbesar sekarang adalah konsumen yang masih tergantung kepada transaksi offline. Sehingga kalaupun mereka mencoba untuk pindah ke jalur online dan delivery tidak semudah membalikan telapak tangan. Bukan saja UMKM yang harus lebih banyak belajar tapi di sisi konsumennya masih tergantung offline. Ini juga harus bisa berubah kebiasaannya.

"Sayangnya UMKM yang banyak di level Mikro memiliki ketergantungan ke offline sangat tinggi," katanya.

Berikutnya dari sisi pemerintah juga harus mendukung. Salah satunya dengan berikan safety net UMKM. Karena dengan banyaknya UMKM yang sudah tidak bisa berjalan karena sudah kehabisan tabungan.

 "Maka untuk bisa survive mereka harus diberikan emergency fund minimal untuk bisa survive 3 bulan ini dengan harapan PPKM sudah bisa ke level yang rendah dan mobilitas masyarakat bisa kembali lebih normal," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini