Garuda Indonesia Percepat Restrukturisasi Utang hingga Siapkan Business Plan

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 278 2455355 garuda-indonesia-percepat-restrukturisasi-utang-hingga-siapkan-business-plan-UlKhp34wAQ.jpg Dirut Garuda Indonesia soal Restrukturisasi Utang (Foto: Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) fokus untuk menyelesaikan restrukturisasi keuangan perusahaan. Beberapa langkah yang akan dilakukan Garuda di antaranya mengembalikan pesawat kepada para lessor.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya telah melakukan pengembalian pesawat kepada lessor, salah satunya kepada Aercap Ireland Limited, yang mana hal ini merupakan bagian dari hasil negosiasi dengan para lessor.

"Dan kita terus menerus memantau kira-kira apakah ada lessor kembali yang akan meminta pengembalian pesawat," ujar Irfan dalam video conference setelah RUPST Garuda, Jumat (13/8/2021).

Irfan menambahkan, terkait proposal restrukturisasi keuangan, dia menyebut bahwa hal tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian. Saat ini Garuda juga tengah menjalani proses penyelesaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Secepatnya ini, sudah ada draftnya tapi karena ini sifatnya masih internal kita masih akan bolak balik lagi. Kita tadinya berharap bahwa kita bisa selesaikan segera tetapi ternyata banyak komplikasi dalam membangun proposal termasuk diskusi kita dengan para pemegang saham," kata dia.

Irfan menyebut, pihaknya saat ini bersama dengan para advisor juga tengah menyelesaikan business plan ke depan. Hal ini nantinya juga akan menjadi bagian daripada Perseroan dalam mengajukan proposal ke para kreditur, termasuk dalam hal ini lessors, Angkasa Pura 1 dan 2, dan lainnya.

"Jadi, ini semuanya akan masuk ke dalam proses restrukturisasi yang akan kita lakukan ke depan. Semua belum final, business plan belum final, proposal belum final, begitu nanti semua sudah jadi adalah kewajiban bagi kami sebagai bagian perusahaan terbuka untuk menyampaikan nantinya proposalnya seperti apa kira-kira," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini