Daftar 10 Orang Terkaya di Singapura, Kakek 70 Tahun Juaranya Berharta Rp328 Triliun

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 455 2454944 daftar-10-orang-terkaya-di-singapura-kakek-70-tahun-juaranya-berharta-rp328-triliun-e4T2PVjHbT.png Zhang Yong Salah Satu Miliarder di Singapura. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Ekonomi Singapura kembali pulih dan diperkirakan akan tumbuh 6% menjadi 7% di tahun ini. Pulihnya ekonomi di Singapura pun berdampak pada kekayaan para miliarder di Negeri Singa

Kenaikan kekayaan juga disertai perubahan jajaran orang kaya di Singapura. Berikut daftar orang terkaya Singapura 2021 dilansir dari Forbes (12/8/2021):

1. Li Xiting

Kekayaan: USD23 Miliar (Rp328 triliun)

Usia: 70 tahun.

Li merupakan pendiri dan komisaris dari Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, pemasok perangkat medis.Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1991, dengan berkantor pusat di Shenzhen.

Komisaris dari Mindray, Xu Hang juga seorang miliarder. Li memiliki gelar sarjana dari universitas sains dan teknologi China.

Selama wabah Covid-19, Mindray menyumbangkan alat medis senilai USD4,6 juta ke beberapa RS di daerah padat seperti Wuhan dan Italia utara.

Baca Juga: Kekayaan Orang Terkaya Singapura Meroket Jadi Rp2.974 Triliun di Tengah Covid-19

2. Eduardo Saverin

Kekayaan: USD 20,5 Miliar

Usia: 39 Tahun

Eduardo Saverin mendirikan Facebook dengan teman sekelasnya di Harvard Mark Zuckerberg pada tahun 2004. Sekarang dia merupakan seorang pialang saham, dan masih memperoleh sebagian besar kekayaannya dari porsi kecil saham tapi bernilai di Facebook.

Tahun 2016, dia meluncurkan Modal Ventura B, dengan BCG dan Bain Capital, Raj Ganguly. Perusahaan tersebut memiliki USD1,4 miliar dalam aset di bawah manajemennya.

Sebagai penduduk asli Brazil, Saverin menjadi warga Singapura sejak keluar dari kewarganegaraan AS pada tahun 2012 setelah IPO Facebook.

3. 3 Cheng Liang

Kekayaan: USD18,6 Miliar

Usia: 94 tahun

Cheng Liang mendapat sebagian besar kekayaannya dari saham mayoritas di perusahaan cat Nippon Paint milik Jepang yang merupakan produsen cat terbesar keempat di dunia.

Goh mulai membuat cat di sebuah pabrik kecil di Singapura sebelum dia pergi untuk bermitra dengan cat Nippon Jepang pada tahun 1962.

Pada tahun 2021, putranya, Hup Jin, yang duduk di Nippon, menyelesaikan kesepakatan USD12 Miliar saham dan uang tunai yang memberinya andil terbesar di Nippon.

Pada bulan Maret 2021, perusahaan itu merayakan hari jadinya yang ke-140.

Nippon Paint telah bermitra dengan University of Tokyo untuk penelitian tentang produk baru yang menawarkan perlindungan terhadap Covid-19.

Baca Juga: Jangan Kaget! Mark Zuckerberg Bayar Rp339 Miliar untuk Keamanan Pribadi

4. Zhang Yong & Shu Ping

Kekayaan: USD16 Miliar

Zhang Yong adalah komisaris ekosistem restoran hotpot khas Sichuan, Haidilao, yang go public pada bulan September 2018. Istrinya Shu Ping juga merupakan pendiri dan direktur.

Haidilao menghasilkan USD3,8 Miliar dalam penjualan dari hampir 1.300 restoran, sebagian besar di China tetapi juga di AS, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Haidilao terkenal dengan hidangan yang pedas dan pelayanan pelanggan yang penuh perhatian, termasuk menawarkan manikur gratis untuk pelanggan yang menunggu.

Zhang, yang tidak pernah menyelesaikan SMA tidak tahu bagaimana menyiapkan hotpot khas Sichuan ketika ia memulai bisnis.

Tiga teman, termasuk satu yang kini menjadi istrinya, membantu dengan modal awal, tapi dia mengelola tempat dan masih sebagai CEO.

5. Forrest Li

Kekayaan: USD15,9 Miliar

Usia: 49 Tahun.

Alumni Stanford Forrest Li mendirikan dan menjalankan perusahaan game dan e-commerce bernama Sea, yang juga memiliki kepentingan dalam e-payment dan jasa keuangan.

Li masuk jajaran terkaya Singapura, setelah mendaftarkan Sea di bursa efek New York pada bulan Oktoberktober 2017.

Didukung oleh Tencent, yang sekarang memiliki 20% saham, investor lain Sea adalah perusahaan ekuitas swasta Atlantic dan anak dari Robert Kuok yaitu Kuok Khoon Hua.

6. Robert & Philip Ng

Kekayaan: USD14,2 Miliar

Brothers Robert dan Philip Ng menguasai Far East Organization, pengelola dan pengembang properti swasta terbesar di Singapura.

Grup tersebut didirikan ayah mereka, Ng Teng Fong, yang pindah dari China ke Singapura pada tahun 1934 dan dikenal sebagai "The King of Orchard Road."

Jaringan Hong Kong mereka, Sino Group, diawasi oleh kakak-kakak Robert dan putranya Daryl, sementara Philip mengawasi bisnis di Singapura.

Pada bulan Oktober 2019, Ngs membuka Hotel Fullerton dengan 416 kamar di Sydney pada sebuah bangunan peninggalan berusia 147 tahun yang dulunya digunakan sebagai kantor pos umum.

7. Gang Ye

Kekayaan: USD10,3 Miliar

Usia: 41 tahun

Gang Ye mendirikan game online dan firma perdagangan, Sea, bersama Forrest Li.

Dia sudah menjadi kepala operasional sejak Januari 2017, mengikuti perannya sebelumnya sebagai kepala divisi teknologi.

Dia sebelumnya bekerja di badan pembangunan ekonomi Singapura dan perusahaan kelapa sawit besar Wilmar International.

Didukung oleh Tencent, yang sekarang memiliki 20% saham, investor lain dari Sea mencakup perusahaan ekuitas swasta Atlantic. Dia memegang gelar S3 dalam ilmu komputer dan ekonomi dari universitas Carnegie Mellon.

8. Kwek Leng Beng

Kekayaan: USD8,5 Miliar

Usia: 80 tahun

Kwek Leng Beng adalah Ketua Komisaris Eksekutif Grup Hong Leong Singapura, yang didirikan oleh ayahnya tahun 1941.

Dia juga merupakan ketua komisaris City Development, pengembang properti terbesar kedua di negara pulau.

Pada tahun 2020, perusahaan menghapus USD1,3 Miliar untuk investasinya di pengembang properti China yaitu Sincere Property.

Sepupunya Quek Leng Chan, juga seorang miliarder, memiliki dan menjalankan kelompok terpisah di Malaysia, juga disebut Hong Leong.

Putra dari Kwek, Sherman, telah menjadi CEO City Development sejak tahun 2018.

9.Wee Cho Yaw

Kekayaan: USD 6,8 Miliar

Usia: 92 tahun

Wee Cho Yaw adalah komisaris emeritus UOB Singapore, bank ketiga terbesar berdasarkan aset.

UOB didirikan oleh ayahnya, Wee Khiang Cheng pada tahun 1935 sebagai United Chinese Bank.

Setelah mengundurkan diri sebagai ketua komisaris bank pada tahun 2013, Wee pensiun sebagai direktur pada bulan April 2018, sebuah posisi yang telah dia pegang selama enam dekade.

Putra tertua Wee Ee Chong adalah CEO UOB sedangkan putra bungsu Wee Ee Lim menduduki kursi dewan komisaris.

Jaringan properti keluarganya, Kheng Leong memiliki 45 apartemen di Nassim, sebuah komplek kondominium mewah. Unit tersebut bisa dimiliki dengan harga USD290 Juta.

10. Khoo Family

Kekayaan: USD6.5 Miliar

Keluarga Khoo adalah pewaris dari almarhum banker Khoo Teck Puat, yang berinvestasi di Bank Standard Chartered pada tahun 1986.

Beberapa kekayaan utama mereka berasal dari penjualan saham mereka di Bank Standard Chartered sebesar USD4 Miliar pada tahun 2006.

Keluarga Khoo juga mengendalikan kelompok Hotel Goodwood, yang dikendalikan oleh Mavis Khoo-Oei. Mereka yang memiliki Hotel Goodwood Park yang bersejarah di Singapura.

Yayasan Khoo, badan amal keluarga, membiayai rumah sakit Khoo Teck Puat di Singapura, yang dibuka pada tahun 2010.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini