Jangan Kaget! Mark Zuckerberg Bayar Rp339 Miliar untuk Keamanan Pribadi

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 31 Juli 2021 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 455 2448353 jangan-kaget-mark-zuckerberg-bayar-rp339-miliar-untuk-keamanan-pribadi-tybL7fWrS2.jpg

JAKARTA - Perusahaan membutuhkan sistem keamanan untuk mengatasi berbagai ancaman dan risiko. Mulai dari penculikan, serangan siber hingga pandemi virus corona.

Analisis protokol keamanan eksekutif perusahaan IT seperti Facebook, Google dan Apple pun harus membayar ekstra demi keamanan pribadi sepanjang 2020 sebagai dampak pandemi.

"Saya yakin 100% dalam perlindungan yang kami berikan adalah menjaga kesehatan klien kami," kata Grup Perlindungan Dunia, Kent Moyer, dilansir dari Protocol, Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga: Gara-Gara Mengkritik, Miliarder Ini Dipenjara 18 Tahun

Dirinya mengelola keamanan untuk klien orang super kaya di perusahaan teknologi. Para kliennya menghadapi kenaikan ancaman di 2020.

Dia sangat yakin pandemi dan isolasi diri saat ini mendukung kenaikan ancaman tersebut.

"Jika orang sudah sedikit gila, mereka akan menjadi sangat aneh," katanya.

Baca Juga: Terungkap! Ini Sosok Akidi Tio, Penyumbang Dana Covid-19 Terbesar Setelah Bill Gates

Facebook mengakui sudah menghabiskan lebih banyak uang untuk melindungi para eksekutifnya. Ini akibat dari protokol keamanan Covid-19 dan untuk meningkatkan keamanan selama pemilu.

Anggaran keamanan CEO Mark Zuckerberg membengkak dari USD20,4 juta pada 2019 menjadi USD23,4 juta setara Rp339 miliar (kurs Rp14.500 per USD) pada 2020. Ini jadi angka terbesar di antara eksekutif teknologi lainnya menurut data otoritas SEC.

Eksekutif sosial media biasanya menerima USD10 juta gaji per tahun untuk keamanan pribadinya tapi kini perusahaan menghabiskan tambahan USD13,4 juta untuk keamanannya pada 2020. Facebook COO Sheryl Sandberg juga termasuk salah satu yang paling mahal untuk dilindungi atau di atas USD7.6 juta di tahun lalu.

Dengan para eksekutif yang bekerja dari jarak jauh, perusahaan juga harus membayar lebih untuk melengkapi kantor mereka agar sesuai dengan keamanan yang akan mereka terima di kantor. Uber, misalnya, membayar lebih dari USD120.000 bagi perbaikan kantor untuk CEO Dara Khosrowshahi dan menempatkan seorang spesialis keamanan khusus di rumahnya.

Pimpinan Lyft, John Zimmer, juga naik menjadi salah satu eksekutif perusahaan teknologi yang paling mahal untuk dilindungi. Biasaya keamanannya sudah lebih dari USD2 juta per tahun, sementara anggaran tahunan CEO Logan Green hampir USD600,000. Tapi Lyft tidak menanggapi permintaan untuk komentar tentang kenaikan biaya keamanan.

Perusahaan lain memperkenalkan langkah-langkah keamanan baru. Dengan kenaikan bisnis aplikasi Zoom yang tumbuh, Zoom membayar lebih dari USD600,000 demi keamanan pribadi CEO nya Eric Yuan. Andy Jassy dari Amazon, yang akan mengambil alih sebagai CEO pada tahun 2021, juga memiliki biaya keamanan yang terdaftar untuk pertama kalinya: USD30.831 untuk tahun 2020.

Tidak semua perusahaan merasa keberatan mengeluarkan biaya. Buktinya Amazon terus membayar rata USD1.600.000 per tahun untuk keamanan pendirinya Jeff Bezos. Sedangkan Microsoft tidak mengungkapkan biaya keamanan karena para eksekutif membayar masing-masing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini