Survei Membuktikan, Masyarakat Masih Tahan Belanja di Tengah Pandemi

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 622 2455129 survei-membuktikan-masyarakat-masih-tahan-belanja-di-tengah-pandemi-12AMOMYGYh.jpeg Masyarakat Tahan Belanja (Foto: Okezone)

Keyakinan konsumen, Filipina meningkat 2 persen dari gelombang 3 sebesar 10 persen, dan gelombang 4 sebesar 12 persen. Berbeda dengan Thailand, yang justru keyakinan konsumen untuk melakukan major purchase berkurang, hasil survei Februari 2021 sebesar 7 persen sedangkan survei Juni 2021 menjadi sebesar 6 persen.

"Di Indonesia sendiri, kita lihat adanya tren peningkatan untuk pembelian mobil dan rumah, meskipun masih relatif rendah. Adanya peningkatan persentase ini bisa dipengaruhi oleh kebijakan stimulus Pemerintah berupa pemberian insentif pajak untuk sektor otomotif dan properti yang masih berlangsung ketika survei ini diselenggarakan. Selain itu kondisi ekonomi nasional dan keuangan pribadi yang dinilai membaik, tentu memberikan keyakinan sendiri pada masyarakat,” ujar Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Secara keseluruhan di negara Asia Tenggara, masyarakat lebih yakin mengenai keamanan pekerjaan mereka, terkait adanya pemutusan hubungan kerja atau PHK, dibandingkan pada hasil survei gelombang 2 (September 2020) dan 3 (Februari 2021).

Berdasarkan hasil survei Juni 2021, Vietnam dan Filipina adalah dua negara yang paling optimistis, dengan masing-masing persentase 23 persen, Indonesia 19 persen, Thailand 11 persen, Malaysia 7 persen, dan terakhir Singapura 4 persen.

Di sisi lain, hasil survei yang menyebutkan sebesar 60 persen masyarakat Indonesia mengakui jelasnya komunikasi pemerintah dalam penyampaian informasi terkait panduan pencegahan COVID-19.

Dalam surveinya bahwa 53 persen masyarakat Indonesia puas terhadap bantuan yang diberikan pemerintah selama pandemi. Di antara banyaknya program bantuan yang diberikan pemerintah, ada tiga program bantuan yang paling banyak didapatkan masyarakat yaitu program prakerja dengan presentase 24 persen, subsidi listrik 19 persen dan subsidi kuota internet 18 persen pada sektor pendidikan.

Dalam survei, masyarakat mengungkapkan bahwa ketiga program bantuan tersebut juga dirasa paling bermanfaat antara lain program prakerja (35 persen), subsidi listrik (26 persen), dan kuota internet (25 persen) untuk menunjang pembelajaran daring.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini