Tak Cuma Sawit-Kopi, Jokowi Sebut Banyak Komoditas Potensial Ekspor

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Agustus 2021 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 320 2455541 tak-cuma-sawit-kopi-jokowi-sebut-banyak-komoditas-potensial-ekspor-sUshjHQDok.jpg Potensi Ekspor Komoditas Indonesia Masih Banyak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo menilai masih banyak komoditas ekspor dari berbagai daerah di Tanah Air bisa dikembangkan untuk dijual ke luar negeri.

"Saat ini dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, baru 293 kab/kota yang memiliki sentra komoditas pertanian unggulan ekspor, baik itu produk sawit, karet, kopi dan beberapa komoditas lain yang diminati pasar global. Masih banyak komoditas yang potensial dikembangkan," kata Presiden, dikutip dari Antara, dalam acara Pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian, di Jakarta, Sabtu (14/8/2021).

Baca Juga: Sumbang 12,9% pada Pertumbuhan Ekonomi, Riset dan Teknologi Pertanian Dikembangkan

Presiden mengatakan komoditas ekspor yang masih bisa dikembangkan antara lain sarang burung walet, porang, minyak atsiri yang dalam beberapa tahun terakhir cukup berkembang, bunga melati, tanaman hias, edamame, serta produk-produk hortikultura lain serta produk olahan peternakan yang semakin terbuka pasarnya.

Namun, Presiden mengingatkan Indonesia tidak cukup hanya fokus untuk meningkatkan produksi, melainkan juga harus bisa meningkatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, melakukan hilirisasi, untuk meningkatkan nilai tambah dan menghitung skala ekonomi dengan klasterisasi.

Baca Juga: Pertanian Berkontribusi Besar pada Pertumbuhan Ekonomi, Mentan: Semangat Tani Kita

"Ini penting sekali. Serta melakukan mekanisasi produk dan promosi produk berbasis digital ini harus kita kembangkan agar produk pertanian kita semakin dikenal luas dan kompetitif," ujarnya.

Presiden juga menekankan pasar dalam negeri dan luar negeri harus terus diperkuat.

Di dalam negeri, masyarakat harus diajak untuk mencintai dan membeli hasil-hasil pertanian produksi bangsa dan mengkonsumsi pangan yang sehat. Sementara pasar luar negeri juga harus digarap secara intensif, terintegrasi, terpadu dan mulai masuk ke pasar-pasar negara non-tradisional

"Ini kesempatan kita, momentum yang sangat baik saat pandemi ini, sehingga potensi pasar makin meluas," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini