Share

Wall Street Bervariasi, Investor Pantau Dampak Taliban Kuasai Afghanistan

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 17 Agustus 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 278 2456643 wall-street-bervariasi-investor-pantau-dampak-taliban-kuasai-afghanistan-9a0KutTeY7.jpg wall Street Bervariasi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin, karena investor tengah mencermati berita dari Afghanistan. Di mana ribuan warga sipil memutuskan melarikan diri dari negara dan memadati Bandara Kabul setelah Taliban merebut Ibu Kota Afganistan.

Dow Jones Industrial Average naik 110,02 poin atau 0,31% menjadi 35.625,4 poin, S&P 500 naik 11,71 poin atau 0,26% menjadi 4.479,71. Sedangkan Nasdaq Composite turun 29,14 poin atau 0,2% menjadi 14.793,76.

Baca Juga: Dow Jones dan S&P 500 Menguat Didorong Kenaikan Saham Walt Disney

Indeks S&P 500 dan Dow berakhir pada rekor tertinggi pada perdagagan Senin. Hal tersebut disebabkan karena investor beralih ke sektor defensif dan saham pulih dari kerugian di awal sesi.

Kelompok yang sensitif secara ekonomi seperti energi, material, dan keuangan melemah setelah produksi pabrik dan pertumbuhan penjualan ritel China melambat dari ekspektasi pada Juli. Hak ini karena wabah baru Covid-19 mengganggu operasi bisnis.

Untuk layanan kesehatan naik 1,1% atau menjadi sektor S&P 500 dengan kinerja terbaik. Utilitas dan kebutuhan pokok konsumen yang umumnya dianggap sebagai sektor defensif - semakin mendorong kenaikan pasar. S&P 500 dan Dow ke rekor penutupan tertinggi untuk sesi kelima berturut-turut.

“Hanya ada sejumlah besar likuiditas, sejumlah besar uang tunai di luar sana, baik di neraca perusahaan maupun di kantong investor swasta, dan karena itu setiap penurunan kecil yang ada, orang mencari barang murah dan mereka membeli dan menyimpannya. apung,” kata Wakil Presiden Perdagangan dan Derivatif Charles Schwab, Randy Frederick, dilansir dari Reuters, Selasa (17/8/2021).

Baca Juga: Wall Street Menguat, Dow Jones dan S&P 500 Cetak Rekori

Bursa saham juga didukung oleh rebound dalam ekonomi AS termasuk musim pendapatan perusahaan kuartal kedua dan kebijakan moneter yang akomodatif. S&P 500 telah naik 100% sejak terendah Maret 2020.

“Lingkungan keseluruhan tetap mendukung aset berisiko, jadi ada tarikan gravitasi ke atas untuk saham,” kata Kepala Strategi Pasar Global Invesco, Kristina Hooper.

Investor mencari tanda-tanda tentang kapan Federal Reserve akan mengendalikan kebijakan uangnya yang mudah, dengan risalah dari pertemuan terakhir bank sentral akan dirilis pada Rabu. Kebangkitan kasus Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi membuat pasar tetap waspada, dengan investor mengamati laporan pendapatan dari pengecer besar yang akan dirilis akhir pekan ini.

Sebagai informasi, Gerilyawan Taliban memasuki Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (15/8/2021). Seorang menteri Afghanistan mengatakan kekuasaan di negara itu akan diserahkan kepada pemerintahan sementara.

Seorang pejabat senior kementerian dalam negeri mengatakan kepada Reuters bahwa pemberontak Taliban datang "dari semua sisi" ke ibu kota tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai pertempuran yang terjadi.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok itu sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah untuk penyerahan Kabul secara damai.

"Pejuang Taliban harus bersiaga di semua pintu masuk Kabul sampai transfer kekuasaan yang damai dan memuaskan disepakati," kata pernyataan itu sebagaimana dilansir Reuters.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini