Pemerintah Terbitkan ORI
Belanda masih tetap ingin menguasai tanah air kembali, dengan NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Pada 6 Maret 1946, NICA memberlakukan mata uangnya sendiri di daerah yang diduduki sekutu. Langkah ini dimaksudkan untuk menjadi pengganti mata uang Jepang yang nilainya sudah sangat ambrol. Namun, ternyata maksud lain dari Belanda adalah ingin mengacaukan ekonomi Indonesia.
Pemerintah berusaha keluar dari tekanan dengan membentuk BNI (Bank Negara Indonesia) pada 5 Juli 1946. BNI kemudian meneribitkan ORI (Oeang Republik Indonesia) pada 30 Oktober 1946. Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, pada penerbitan pertama ORI tercantum tanggal emisi 17 Oktober 1945. Artinya, ada proses proses panjang yang harus dilalui, sampai akhirnya ORI berhasil dicetak dan diterbitkan.
ORI diedarkan dengan tujuan untuk memulihkan dan kembali menyehatkan perekonomian Indonesia, setelah dilanda hiper inflasi. Awalnya, masing-masing masyarakat hanya diberi Rp 1. Namun, ORI belum bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia karena minimnya sarana perhubungan ketika itu.
Sebelum ORI mantap diperkenalkan, pemerintah terlebih dahulu menarik perderaran mata uang Jepang dan Belanda di anah air. Adapun penarikan yang dilakukan adalah melalui beberapa tahap, seperti pembatasan pemakaian dan larangan membawa mata uang tersebut dari satu daerah ke daerah lainnya.
Di tahun 1947, pemerintah memberikan hak kepada beberapa daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri, yang kemudian dikenal dengan nama ORIDA (Oeang Republik Indonesia Daerah). Hal tersebut terpaksa dilakukan karena tidak masifnya penyebaran ORI dan rentannya tingkat keamanan di Indonesia lantaran beberapa wilayahnya masih ada di bawah naungan Belanda.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.