Neraca Perdagangan Diprediksi Surplus USD2,3 Miliar pada Juli 2021

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 07:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 320 2457035 neraca-perdagangan-diprediksi-surplus-usd2-3-miliar-pada-juli-2021-MlJHgntJaS.jpg Neraca Perdagangan Diprediksi Surplus pada Juli 2021. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Neraca perdagangan diperkirakan surplus USD2,3 miliar pada Juli 2021. Prediksi ini meningkat dari surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD1,32 miliar.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, peningkatan surplus pada Juli disebabkan penurunan impor secara bulanan, diikuti oleh kenaikan ekspor. Kenaikan ekspor didorong oleh meningkatnya harga komoditas utama ekspor Indonesia, seperti batu bara dan CPO, yang masing-masing naik sebesar 16,93% (month to month/mtm) dan 4,74% mtm.

Baca Juga: Vaksinasi Kembangkan Perdagangan di Masa Depan

"Kenaikan nilai ekspor terbatasi oleh melambatnya aktivitas manufaktur di beberapa negara/kawasan mitra dagang Indonesia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Eurozone. PMI Manufacturing Tiongkok turun ke level 50,3, Jepang turun ke 48,8, sementara Eurozone turun ke 62,8. Secara tahunan, pertumbuhan ekspor diperkirakan mencapai 35,82% yoy," kata Josua, di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Di sisi lain, impor Indonesia diperkirakan turun seiring dengan penurunan aktivitas manufaktur Indonesia, tercermin dari turunnya PMI Manufacturing Indonesia yang turun ke level 40,1 dari sebelumnya 53,5.

Baca Juga: Kabar Baik, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD1,32 Miliar

Penurunan aktivitas manufaktur diakibatkan oleh diberlakukannya PPKM darurat sejak bulan Juli. Secara tahunan, pertumbuhan impor diproyeksikan masih tinggi karena adanya low-base effect di tahun 2020. Pertumbuhan impor diprediksi tercatat 55,73% yoy.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini