Minyak sawit, kata dia, juga berperan dalam mencapai target SDGs seperti sebagai sumber energi bersih dan terbarukan yang mendukung ketahanan energi nasional, penyediaan bahan makanan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pengurangan ketimpangan sosial dan ekonomi.
“Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk melakukan peremajaan sebanyak 180 ribu hektare kebun kelapa sawit milik petani pada tahun 2021 ini,” ujar Menko Airlangga.
Adapun kinerja ekspor pada kuartal II 2021 tumbuh 31,78 persen (yoy) yang juga disumbangkan oleh ekspor komoditas kelapa sawit. Tercatat, harga CPO internasional terus mengalami kenaikan mencapai 1.100 dolar AS per MT, yang berdampak pada membaiknya Nilai Tukar Petani (NTP) di atas 103,4 seiring meningkatnya harga TBS berkisar Rp1.800-2.100 per kilogram.
Indonesia juga produsen utama minyak sawit dengan pangsa pasar dunia lebih dari 50 persen. Komoditas ini berkontribusi terhadap 3,5 persen PDB nasional serta 13 persen dari total ekspor nonmigas atau sebesar 11,5 miliar dolar AS hingga Mei 2021 dan sebanyak 18,4 miliar dolar AS pada 2020.
“Industri kelapa sawit nasional telah berkontribusi mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja untuk lebih dari 16 juta pekerja. Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis bagi perekonomian masyarakat yang perlu dikawal tidak hanya oleh pemerintah saja, namun oleh semua komponen masyarakat,” kata Menko Airlangga.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.